Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Luhut Binsar-Erick Thohir vs PDIP, Siapa yang Dipilih Jokowi?

Refly mengungkapkan adanya cerita tidak akur atau kurang harmonisnya hubungan Luhut Binsar dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Sosok Erick Thohir juga tidak disukai karena berasal dari kelas menengah.
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  17:40 WIB
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui pekerja penerima subsidi gaji di Istana Merdeka, Jakarta (27/8 - 2020) / Youtube Sekretariat Presiden.
Presiden Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menemui pekerja penerima subsidi gaji di Istana Merdeka, Jakarta (27/8 - 2020) / Youtube Sekretariat Presiden.

Bisnis.com, JAKARTA – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengatakan ada tiga orang kepercayaan Presiden Joko Widodo pada periode kedua masa pemerintahannya.

Hal tersebut dikatakannya pada Kamis (29/10/2020) melalui kanal Youtube miliknya Refly Harun.

“Hanya yang tiga [orang] ini kalau mau di-buldozer agak riskan, yaitu Airlangga Hartarto yang tidak lain adalah mitra dari Partai Golkar. Sementara dua orang lainnya nonpartai, yaitu Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir,” kata Refly Harun seperti dikutip Bisnis, Jum’at (30/10/2020).

Refly mengungkapkan adanya cerita tidak akur atau kurang harmonisnya hubungan Luhut Binsar dengan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Dia bahkan memberi contoh mengapa Mahfud MD yang pada akhirnya tidak menjadi Calon Wakil Presiden saat kontestasi Pilpres 2024 dan digantikan oleh Ma'ruf Amin.

“Karena juga ada konstelasi elit antara segitiga Presiden Jokowi, Luhut Binsar, dan Megawati Soekarnoputri. Mahfud tersingkir. [Lalu] Masuk Ma’ruf Amin itu adalah cerita yang pernah diceritakan Rizal Ramli kepada saya sesungguhnya,” jelasnya.

Kemudian Refly menyebut Erick Thohir sebagai the rising star. Pasalnya, nama pemilik Mahaka Media Group itu tiba-tiba melambung pascaperhelatan Asian Games 2018.

Selain itu, dia mengungkapkan Erick juga sudah mempunyai ambisi untuk menjadi calon Presiden 2024 mendatang.

Refly mengatakan Jabatan yang dipegang Erick saat ini pun sangat kuat, yaitu sebagai Menteri BUMN. Banyak orang, katanya, terkadang secara salah kaprah dianggap sebagai ‘bosnya’ ratusan BUMN.

“Padahal pengelola beda dengan bos, jadi Menteri BUMN diserahkan sebagai pengelola. Makanya, Erick Thohir sendiri yang mengatakan BUMN itu bukan Badan Usaha Milik Nenek lo,” ujarnya.

Sayangnya, Refly mengungkapkan cara Erick Thohir dan geng-nya memperlakukan BUMN ternyata tidak berbeda dengan menteri-menteri sebelumnya.

Salah satu indikatornya, ucap Refly, terkait pengangkatan orang-orang dan pengurus sangat dikaitkan dengan afiliasi politik.

Refly melanjutkan dalam kondisi seperti ini sepertinya PDIP merasa tidak puas karena partai banteng mendapatkan porsi yang tidak terlalu besar. Itu sebabnya, Menteri Erick Thohir beberapa kali dihantam oleh politisi PDIP Adian Napitupulu.

“Saya mendengar konselasinya, misalnya ada ketidaksukaan PDIP terhadap Erick Thohir,” ucap Refly.

Meski demikian, dia melihat adanya kewajaran yang terjadi dari sisi spektrum politik, sebab Erick Thohir merupakan dari kelas menengah yang tentu tidak memiliki ideologi ke arah PDIP.

Refly menilai hal itu mungkin menjadi alasan alasan PDIP tidak menyukai Erick Thohir. Dia mengatakan ideologi Erick justru lebih ke mengarah tengah, misalnya Partai Golkar.

"Kalau geser ke kanan juga sangat dikit. Kalau ke kiri, mungkin ke kirinya sedikit. Itulah sebabnya Erick Thohir barangkali bukan favorit PDIP untuk diajak bekerja sama termasuk juga menjadi putra mahkota calon Presiden misalnya,” kata Refly.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pdip erick thohir Luhut Pandjaitan
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top