Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Refly Harun Ungkap Trio Macan di Periode I Pemerintahan Jokowi, Nama Luhut Disebut

Trio Macan Periode I Jokowi yang dimaksud Refly Harun memiliki peranan penting sebagai menteri-menteri strategis. Siapa saja ketiga orang tersebut?
Rika Anggraeni
Rika Anggraeni - Bisnis.com 30 Oktober 2020  |  17:24 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Bisnis - Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Ahli Hukum Tata Negara Refly Harun mengungkapkan tiga menteri dengan posisi paling penting atau "Trio Macan" di periode pertama pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Ketiga menteri tersebut, yaitu Rini Soemarno, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Andi Widjajanto. Hal ini diungkapannya pada Kamis (29/10/2020) melalui kanal Youtube miliknya.

Menurut Refly, sebenarnya permasalahan pemerintahan di era Presiden Joko Widodo baik di periode pertama maupun kedua kurang lebih sama.

“Pada jilid pertama, ada ungkapan yang dikenal dengan Trio Macan. Orang-orang yang dekat lingkar Jokowi, yaitu Rini Soemarno, Luhut Binsar Pandjaitan, dan Andi Widjajanto,” ungkap Refly dalam channel Youtube miliknya seperti dikutip Bisnis, Jum’at (30/10/2020).

Pertama, Luhut Binsar Pandjaitan yang saat itu menjadi Kepala Staf Presiden (KSP). Kedua, Rini Soemarno yang menjadi Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga, Andi Widjajanto yang pada saat itu menjadi Sekretaris Kabinet.

Ketiga orang tersebut, lanjutnya, berusaha ditumbangkan oleh kekuatan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dengan berbagai cara yang tentunya legal secara politik.

“Rini Soemarno, misalnya, melalui angket Pelindo I. Di mana keputusan atau kesimpulan atau rekomendasi angket itu adalah agar Presiden menggunakan hak prerogatifnya untuk mengganti Rini Soemarno,” ujarnya.

Namun, hingga periode pertama pemerintahan Jokowi, Menteri Rini tidak kunjung tumbang. Padahal, hampir lima tahun Rini menjadi beban Menteri Keuangan karena dilarang ke DPR.

Setiap kali ada rapat tentang BUMN, absennya Rini terpaksa diwakili oleh Menteri Keuangan atau Menteri lainnya.

“Ini sebenarnya aneh dalam sistem presidensial. Partai penopang [Presiden] yaitu PDIP justru menginginkan Menteri [Rini Soemarno] Joko Widodo dipecat, tapi Presiden tidak mau melakukan itu,” imbuhnya.

Dia mengungkapkan posisi Rini Soemarno kala itu sama seperti status Erick Thohir saat ini, yakni menjadi orang yang sangat berjasa dalam pemenangan Presiden Jokowi dalam kontestasi Pilpres.

Itu sebabnya, kata dia, Jokowi memberikan posisi yang strategis kepada Rini dan Erick, yakni Ketua Tim Pemenangan dan Menteri BUMN.

Dalam perjalanan lima tahun tersebut, Menteri Rini tidak pernah bergeser dari posisinya sebagai empu perusahaan pelat merah. Namun, hal itu tidak sama dengan Luhut.

Refly mengatakan posisi Luhut Binsar selalu berpindah, mulai dari Kepala Staf Presiden menjadi Menko Politik, Hukum, dan Keamanan RI (Menkopolhukam).

"Tidak lama bertahan di Menkopolhukam, Luhut pun kemudian digeser menjadi Menko Kemaritiman dan Investasi hingga sampai saat ini," jelasnya.

Sementara itu, Refly mengatakan Andi Widjajanto menjadi orang yang akhirnya di-reshuffle. Gerakan itu [PDIP] berhasil melumpuhkan Trio Macan pada periode pertama pemerintahan Presiden Jokowi.

Bahkan, lanjut Refly, saat itu muncul desas-desus mengenai Andi Widjajanto yang dianggap “melecehkan Presiden Jokowi”.
Namun, dia meminta isu tersebut harus dikonfirmasi langsung ke Andi. Pasalnya, desas-desus belum tentu 100 persen benar.

"Dan sejauh mana tingkat komentar itu dianggap melecehkan juga relatif sekali. Yang jelas adalah Andi Widjajanto hilang dari peredaran. Dan pada pembentukan kabinet [periode kedua], sekarang nama Andi Widjajanto tidak terangkut,” paparnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pdip Luhut Pandjaitan Rini Soemarno
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top