Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Harvard Tolak Aturan AS untuk Batasi Lama Tinggal Mahasiswa Asing

Pemerintah AS beralasan kebijakan ini akan mengurangi penipuan dan meningkatkan keamanan nasional.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 20 Oktober 2020  |  09:18 WIB
Harvard University. - Bloomberg
Harvard University. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Harvard University bergabung bersama universitas lainnya di Amerika Serikat menentang proposal federal yang akan membatasi lama tinggal mahasiswa asing di Negeri Paman Sam selama 4 tahun atau kurang. 

Dalam suratnya yang tertuju kepada pejabat unit Imigrasi dan Penegakan Bea Cukai AS Sharon Hageman, Presiden Harvard University Lawrence Bacow menuliskan bahwa proposal tersebut merupakan gangguan terhadap kepentingan akademis.

“Proposal itu akan memnciptakan konsekuensi negative dan penghalang bagi penelitian AS, beasiswa, dan pelatihan,” tulisnya dalam surat tertanggal 16 Oktober, dilansir Bloomberg, Selasa (20/10/2020).

Proposal ini telah mengumpulkan lebih dari 20.000 komentar terkait wacana kebijakan tersebut dan diperkirakan angka komentar terus naik hingga tenggat waktu pada 26 Oktober 2020. Pemerintah AS beralasan kebijakan ini akan mengurangi penipuan dan meningkatkan keamanan nasional.

Proposal ini berisiko membuat tantangan pembiayaan bagi universitas di AS. Apalagi, unversitas dan lembaga pendidikan tinggi di AS saat ini harus menelan pil pahit akibat rendahnya jumlah mahasiswa baru, terutama dari mahasiswa asing yang seringkali membayar secara penuh.

Pada Juli lalu, Harvard dan Massachusetts Institute of Technology memenangkan gugatan yang mencegah langkah pemerintah yang ingin memberlakukan aturan visa baru bagi mahasiswa asing, jika universitas hanya melaksanakan kelas online.

Sebelumnya, Deputi Sekretaris Keamanan Dalam Negeri AS Ken Cuccinelli menyatakan kebijakan itu akan meningkatkan pengawasan program, mencegah musuh asing mengeksploitasi sistem pendidikan, dan menegakkan aturan keimigrasian.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china amerika serikat harvard university

Sumber : Bloomberg

Editor : Amanda Kusumawardhani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top