Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Korupsi Jiwasraya, Dirut PT Himalaya Energi Perkasa Akan Dijerat Pasal Pencucian Uang

Piter Rasiman merupakan tersangka kedelapan perorangan yang terjerat perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp16,81 triliun.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 15 Oktober 2020  |  10:57 WIB
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah. - istimewa
Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) tengah menyiapkan pasal pencucian uang untuk dikenakan kepada tersangka Direktur Utama PT Himalaya Energi Perkasa Piter Rasiman.

Piter Rasiman merupakan tersangka kedelapan perorangan yang terjerat perkara tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya yang merugikan keuangan negara Rp16,81 triliun.

Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung, Febrie Adriansyah mengatakan bahwa tim penyidik Kejagung tengah mencari alat bukti yang bisa menguatkan pasal pencucian uang terhadap tersangka Piter Rasiman.

"Tim penyidik masih mencari alat buktinya untuk ke arah sana (pencucian uang)," tutur Febrie, Kamis (15/10/2020).

Dia menjelaskan bahwa sejauh ini tim penyidik baru menerapkan pasal tindak pidana korupsi ke tersangka Piter Rasiman berdasarkan alat bukti yang cukup.

Menurutnya, tim penyidik sudah menemukan bukti yang cukup bahwa tersangka Piter Rasiman telah melakukan pemufakatan jahat bersama enam orang terdakwa tindak pidana korupsi PT Asuransi Jiwasraya.

"Dia (Piter Rasiman) terlibat pemufakatan jahat dan mendapatkan keuntungan dari Jiwasraya, maka dari itu kami mintai pertanggungjawaban," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jiwasraya Kejaksaan Agung
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top