Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Regenerasi Ekonomi Inggris, Boris Johnson Genjot Investasi Hijau

Johnson akan mengumumkan 160 juta poundsterling (US$208 juta) untuk infrastruktur di pelabuhan guna mendukung perusahaan yang membangun turbin di lepas pantai Inggris.
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020)./Bloomberg-Simon Dawson
Perdana Menteri (PM) Inggris Boris Johnson ketika memberikan keterangan di luar kantornya di 10 Downing Street di London, Inggris, Senin (27/4/2020)./Bloomberg-Simon Dawson

Bisnis.com, JAKARTA - Perdana Menteri Inggris Boris Johnson akan melanjutkan upaya menggenjot pembangunan infrastruktur tenaga angin lepas pantai sebagai upaya mengembalikan agenda domestiknya yang macet.

Johnson akan mengumumkan 160 juta poundsterling (US$208 juta) untuk infrastruktur di pelabuhan guna mendukung perusahaan yang membangun turbin di lepas pantai Inggris.

"Kami percaya bahwa dalam waktu 10 tahun, angin lepas pantai akan menerangi setiap rumah di negara ini," kata Johnson dilansir Bloomberg, Selasa (6/10/2020).

Upaya tersebut juga dalam rangka membangun kembali ekonomi Inggris yang dilanda pandemi dan mengatasi lonjakan pengangguran yang diperkirakan terjadi setelah dukungan pekerjaan pemerintah turun pada akhir bulan.

Johnson menjelaskan, investasi turbin lepas pantai ini akan menciptakan 60.000 pekerjaan ddan membantu Inggris mencapai nol emisi karbon pada 2050. Selain itu, investasi luas dalam teknologi hijau dalam 10 tahun mendatang juga akan menciptakan ratusan ribu bahkan jutaan pekerjaan.

Paket yang lebih luas akan digulirkan untuk mendanai pembangunan idrogen sebagai bahan bakar industri berat, memacu teknologi penangkapan karbon, dan larangan penjualan mobil bensin.

Sebelumnya diketahui, Inggris bertujuan untuk menghilangkan emisi gas rumah kaca pada 2050 dan langkah-langkah tersebut akan berusaha untuk mendorong investasi untuk mencapai tujuan tersebut.

Komitmen terhadap tenaga angin menandai perubahan pendekatan Johnson, yang baru-baru ini pada 2013 mengatakan bahwa Inggris akan lebih mengandalkan produksi energi dari shale gas dan pembangkit listrik tenaga nuklir.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Editor : Ropesta Sitorus
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper