Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gelar Konferensi Internasional, UMB Akan Serahkan Hasil Rekomendasi ke Pemerintah

Rencananya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan menghadiri kegiatan konferensi internasional yang digelar secara virtual.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 25 September 2020  |  11:05 WIB
Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta akan menggelar konferensi internasional pada 28-29 September 2020. Kegiatan itu akan digelar secara virtual. - mercubuana.ac.id
Universitas Mercu Buana (UMB) Jakarta akan menggelar konferensi internasional pada 28-29 September 2020. Kegiatan itu akan digelar secara virtual. - mercubuana.ac.id

Bisnis.com, JAKARTA — Panitia konferensi internasional Universitas Mercu Buana Jakarta akan menyampaikan hasil atau rekomendasi dari kegiatan pertemuan antarpemangku kepentingan di bidang ilmu sosial dan ilmu rekayasa kepada pemerintah.

Konferensi internasional itu bakal digelar pada 28—29 September 2020 dengan fokus ilmu sosial dan ilmu rekayasa, Mercu Buana International Conferences On Social Sciences (MICOSS) & On Broadband Communications, Wireless Sensors and Powering (BCWSP).

Rencananya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X dijadwalkan menghadiri kegiatan konferensi internasional yang digelar secara virtual.

Ketua Panitia MICOSS Suraya mengatakan bahwa hasil konferensi itu nantinya akan dilaporkan kepada pemerintah, baik melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan maupun secara langsung kepada Presiden.

“Hasil atau rekomendasi konferensi internasioanl kepada Presiden terkait dengan Entrepreneurship, Sustainability, Business and Comunication untuk menghadapi masa pandemi ini. Selain kepada Presiden, konferensi internasional juga akan mengirimkan hasil rekomendasinya kepada Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait dengan Program Pendidikan Tinggi yang adaptif dengan teknologi Digital berdasarkan konsep Kampus Merdeka,” ujar Suraya dalam keterangan resminya, Jumat (25/9/2020).

Kampus merdeka merupakan bagian dari rangkaian kebijakan Kemendikbud dengan tema payung besar Merdeka Belajar.

Kampus Merdeka bertujuan membangun perguruan tinggi yang lebih otonom dengan menciptakan kultur belajar yang inovatif, tidak mengekang, dan sesuai dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi.

Terkait dengan peserta, hingga kini konferensi internasional akan diikuti 320 peserta yang berasal 12 negara Indonesia, Uni Emirat Arab, Malaysia, Taiwan, Jepang, China, Irak, Kuwait, Polandia, Jerman dan Inggris (United Kingdom) dan pemakalah yang terdaftar terdiri dari 109 orang (MICOSS) dan 39 orang (BCWSP). 

“Perguruan Tinggi yang hadir sebagai peserta adalah dari Indonesia Universitas Indonesia, Universitas Mercu Buana, Universitas Al-Azhar, Indonesia, Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya, Universitas Riau, Beijing Institute of Technology, Universiti Malaysia Perlis (Malaysia), Beijing Jiaotong University (China) Yuan Ze University (Taiwan), Queen Mary University of London, United Kingdom (Great Britain), Imperial College London, United Kingdom (Great Britain) dan Silesian University of Technology (Polandia),” jelas Adriansyah.

Dia menjelaskan kunci utama masa pandemi adalah adaptabilitas atau menyesuaikan diri dengan kondisi sekarang.

Dari dunia pendidikan, konferensi internasional UMB ini dapat memberi pencerahan bagi para mahasiswa seluruh Indonesia untuk mau adaptif dengan keadaan pandemi dan sekaligus membangun mental kreatif dan inovatif di tengah kesulitan yang terjadi di tengah-tengah masyarakat. 

Dunia akademi harus dapat menyumbangkan pemikiran melalui berbagai penelitian dan hasilnya dibutuhkan masyarakat dalam menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup normal baru. 

Ditegaskan oleh keduanya, mahasiswa harus memiliki sikap adaptif, kreatif dengan perubahan. Mereka harus mampu memanfaatkan Teknologi terutama teknologi digital, mencari penyelesaian berbagai masalah masyarakat dengan berbasis data melalui melalui ide-ide inovatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

konferensi universitas mercu buana
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top