Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Peras dan Lecehkan Wanita di Bandara Soetta, EFY Dijerat Pasal Berlapis

Ancaman kurungan pada pasal berlapis yang dikenakan kepada tersangka EFY maksimal hingga belasan tahun.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 23 September 2020  |  19:05 WIB
Ilustrasi - JIBI Photo
Ilustrasi - JIBI Photo

Bisnis.com, JAKARTA - Polres Bandara Soekarno-Hatta menjerat tersangka kasus pemerasan dan pelecehan di Bandara Soekarno-Hatta dengan pasal berlapis.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bandara Soekarno-Hatta Kombes Pol Alexander Yurikho mengemukakan pasal berlapis itu dijerat kepada oknum tenaga medis berinisial EFY. 

Tim penyidik, ujar Alex, sudah menemukan tiga alat bukti yang cukup.

Pasal berlapis yang dikenakan kepada EFY memiliki ancaman kurungan penjaranya maksimal hingga belasan tahun.

"Dikenakan pasal berlapis, yakni Pasal 289 KUHP tentang pencabulan dan/atau Pasal 378 KUHP tentang penipuan dan/atau Pasal 268 KUHP tentang pemerasan," tutur Alex saat dikonfirmasi Bisnis.com, Rabu (23/9/2020).

Korban berinisial LHI yang beberapa pekan lalu berencana bepergian ke luar kota menggunakan pesawat terbang. Ia sempat menjalani rapid test Covid-19 di bandara Soekarno-Hatta dengan hasil reaktif.

Pelaku kemudian melobi korban agar membayar Rp1,4 juta untuk mengubah hasil rapid test tersebut dari reaktif menjadi non reaktif.

Setelah hasil rapid test kedua menjadi non reaktif, tersangka mendatangi korban yang tengah menunggu pesawat. Korban kemudian diraba di bagian dada dan dicium oleh pelaku.

Tindakan pelaku diceritakan korban di media sosial Twitter. Banyak warganet yang bersimpati kepada korban dan memuji karena berani speak up atau menceritakan peristiwa tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bandara soekarno-hatta pemerasan Pelecehan Seksual rapid test
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top