Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Berpotensi Libatkan Massa, DPR Ingatkan 3 Tahapan Pilkada 2020 Ini

DPR menjabatakan setidaknya 5 tahapan berpotensi melibatkan massa. Dua di antaranya sudah dilewati yakni pemutakhiran data dan pendaftaran.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 21 September 2020  |  16:43 WIB
Logo Pilkada Serentak 2020 - ANTARA - HO/KPU
Logo Pilkada Serentak 2020 - ANTARA - HO/KPU

Bisnis.com, JAKARTA - DPR RI mengingatkan bahwa terdapat tiga tahapan kritis Pilkada 2020 yang berpotensi mengundang kerumunan massa dalam waktu dekat. Kondisi ini harus diantisipasi secara maksimal oleh penyelenggara pemilihan.

Ketua Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tanjung mengatakan bahwa setidaknya terdapat lima tahapan yang berpotensi melibatkan massa. Dua di antaranya sudah dilewati.

Pertama saat pemutakhiran data pemilih pada Juli - Agustus 2020. Kedua, saat pendaftaran pasangan calon ke KPU pada 4 - 6 September 2020.

Tahapan kedua tersebut mengundang kritik lantaran banyak pasangan calon yang kedapatan mengundang massa dalam jumlah yang tidak sedikit. Bukan hanya tak menjalankan protokol kesehatan, puluhan paslon di antaranya bahkan tidak melakukan uji Swab sebelum pendaftaran.

Meski begitu terdapat tiga tahapan kritis lainnya yang akan dilewati. Tiga tahapan itu adalah proses penetapan pasangan calon dan pengundian nomor urut paslon pada 23 - 24 September, tahapan kampanye 26 September - 5 Desember dan masa pemilihan pada 9 Desember 2020.

Komisi II meminta agar penyelenggara termasuk KPU merumuskan kembali aturan ketat terhadap penyelenggaraan Pilkada termasuk sanksi bagi pelanggar.

“Perlu ada aturan yang lebih tegas, aturan ketat dan kita juga infokan bahwa selain aturan yang berkaitan dengan Pilkada, ada pula yang berlaku secara umum, UU tentang karantina kesehatan, UU penanganan wabah, bencana, keamanan dan ketertiban umum yang perlu diintegrasikan dikoordinasikan,” terangnya.

Doli meminta agar tahapan kritis tersebut dapat berjalan dengan baik. Sebab itu diperlukan rumusan langkah baru untuk mengantisipasi kerumunan massa pada tahapan berikutnya.

“Harus hindari kerumunan, kemudian bagaimana pesan hidup sehat, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak. Pilkada juga bisa menjadi media efaktif pada masyarakat,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr Pilkada Serentak Pilkada 2020 covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top