Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Trump: Tidak Ada Perpanjangan Waktu untuk TikTok!

Trump telah meningkatkan tekanan kampanyenya kepada China, menjelang panasnya pemilihan presiden pada bulan November mendatang.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 11 September 2020  |  07:01 WIB
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) -  Bloomberg / Stefani Reynolds
Presiden Trump memimpin pertemuan dengan petinggi sejumlah industri di AS, Rabu (29/4/2020) - Bloomberg / Stefani Reynolds

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Donald Trump menegaskan dirinya tidak akan memperpanjang batas waktu divestasi saham untuk ByteDance Ltd. yang telah ditetapkan pada 15 September 2020.

"Kami akan menutup TikTok di negara ini untuk alasan keamanan, atau akan dijual," kata Trump kepada wartawan Kamis (10/9/2020) sebelum dia naik pesawat kepresidenan untuk perjalanan kampanye ke Michigan.

"Tidak akan ada perpanjangan tenggat waktu TikTok," tegasnya dikutip dari Bloomberg.

Pejabat administrasi sebenarnya telah mempertimbangkan apakah akan memberikan lebih banyak waktu kepada pemilik TikTok di China untuk mengatur penjualan operasinya di Amerika Serikat (AS) kepada perusahaan di benua ini, meskipun keputusan belum diberikan kepada Trump.

TikTok sendiri sebenarnya terjebak dalam bentrokan antara dua kekuatan utama dunia, AS dan China.

Trump telah meningkatkan tekanan kampanyenya kepada China, menjelang panasnya pemilihan presiden pada bulan November mendatang. Dia telah mengkritik praktik keamanan dan privasi aplikasi, menunjukkan bahwa data pengguna yang dikumpulkan melalui aplikasi mungkin dibagikan TikTok ke pemerintah China.

Microsoft menolak berkomentar. Oracle dan TikTok tidak segera menanggapi permintaan komentar lebih lanjut.

Batas waktu sebenarnya bagi ByteDance untuk bertindak tetap menjadi pertanyaan terbuka di AS karena serangkaian pernyataan dan perintah Trump yang membingungkan. Sementara itu, Trump mengatakan dia menginginkan kesepakatan pada 15 September 2020.

Perintah larangan operasi TikTok di AS yang dia tandatangani bulan lalu, mengharuskan perusahaan untuk bertindak selambat-lambatnya pada 20 September 2020.

Dokumen yang menerapkan larangan itu, disahkan di bawah kewenangan Undang-Undang Kekuatan Ekonomi Darurat Internasional, yang memungkinkan presiden untuk mengatur perdagangan internasional sebagai tanggapan atas setiap ancaman yang tidak biasa terhadap negara. Dokumen ini akan dipublikasikan di Federal Register sekitar 20 September 2020.

Perintah selanjutnya yang dikeluarkan oleh Trump pada 14 Agustus atas rekomendasi panel keamanan nasional antarlembaga mengharuskan ByteDance untuk menjual bisnis TikTok di AS dalam waktu 90 hari, memberikan tenggat bagi TikTok hingga setelah pemilihan preside pada 3 November. Alhasil, keputusan ini semakin mengaburkan timeline untuk penjualan TikTok.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

divestasi saham Donald Trump TikTok

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top