Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rencana Penjualan TikTok di AS Kian Buram, ini Penyebabnya

Kebijakan baru pemerintah China diperkirakan akan kian menyulitkan ByteDance Ltd. untuk merealisasikan penjualan operasi TikTok di Amerika Serikat (AS) yang masih berada dalam tahap negosiasi dengan Microsoft Corp dan Oracle Corp.
Ilman A. Sudarwan
Ilman A. Sudarwan - Bisnis.com 10 September 2020  |  21:24 WIB
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada
Logo TikTok ditampilkan di TikTok Creator's Lab 2019 yang digelar Bytedance Ltd. di Tokyo, Jepang, Sabtu (16/2/2019). - Bloomberg/Shiho Fukada

Bisnis.com, JAKARTA – Kebijakan baru pemerintah China diperkirakan akan kian menyulitkan ByteDance Ltd. untuk merealisasikan penjualan TikTok Amerika Serikat (AS) yang masih berada dalam tahap negosiasi dengan Microsoft Corp dan Oracle Corp.

Dikutip dari Bloomberg, Kamis (10/9/2020), dalam pembicaraan awal dengan pemerintah China, ByteDance telah diberi tahu bahwa setiap proposal jual beli perusahaan mereka di AS harus mendapatkan persetujuan dari pemerintah.

ByteDance harus mengantongi persetujuan pemerintah terkait masalah teknis dan keuangan, dan peninjauan waktu transaksi. Namun demikian, para pejabat Negeri Panda disebutkan belum menjelaskan secara spesifik syarat pemerintah atas transaksi yang diinginkan.

Microsoft dan Oracle telah mengajukan proposal sebelum peraturan China diberlakukan. Keduanya hingga kini masih tertarik untuk membeli aplikasi tersebut. Sejauh ini, narasumber yang dirahasiakan tersebut, menyebutkan bahwa China tak mendapatkan intervensi apapun dari pemerintah China sejauh ini.

Keduanya telah meminta ByteDance agar memastikan setiap aturan baru yang akan berlaku dalam transaksi pembelian kelak. China disebutkan telah membuat larangan ekspor atas teknologi kecerdasan buatan tertentu yang digunakan TikTok.

Semua pihak yang terlibat dalam keharusan penjualan ini tengah berupaya mengajukan kesepakatan awal kepada Pemerintahan Donald Trump di Amerika Serikat. Jika kondisi ini terus berlarut-larut, TikTok bisa saja menarik diri dari proses negosiasi.

Pendiri ByteDance Zhang Yiming memang tengah terperangkap dalam bentrokan antara AS dan China. Pengusaha tersebut enggan melepaskan TikTok AS karena dia melihat bisnis tersebut sebagai pesaing jangka panjang yang layak untuk Facebook Inc. dan Google.

Namun, dia ditekan untuk menyerahkan kendali ketika pemerintahan Trump mengatakan akan melarang aplikasi dan modal ventura miliknya. Trump mendesaknya untuk menyelamatkan beberapa nilai dari operasi tersebut lewat penjualan.

Meski tertekan, Zhang masih memiliki posisi yang cukup kuat. Pasalnya menurut data CB Insights, ByteDance saat ini sudah bernilai US$140 miliar. Perusahaan ini juga diperkirakan telah menghasilkan lebih dari US$3 miliar laba bersih dengan pendapatan lebih dari US$17 miliar pada 2019.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

TikTok
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top