Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Gelar Perkara Jaksa Pinangki, KPK Kirim Tim Dari Deputi Penindakan

Karena gelar perkara merupakan pembahasan teknis penanganan perkara maka yang hadir dari KPK adalah tim dari kedeputian bidang penindakan.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 08 September 2020  |  12:56 WIB
Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). - Antara
Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa bebas Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berjalan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi menghadiri gelar perkara dugaan korupsi yang menjerat Jaksa Pinangki Sirna Malasari di Kejaksaan Agung.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri mengatakan lembaga antirasuah mengirimkan tim dari kedeputian penindakan untuk menghadiri gelar perkara kasus Pinangki.

"Karena gelar perkara merupakan pembahasan teknis penanganan perkara maka yang hadir dari KPK adalah tim dari kedeputian bidang penindakan," ujar Plt. Juru Bicara KPK Ali Fikri, Selasa (8/9/2020).

KPK berharap tim penyidik Kejagung membongkar konstruksi kasus Jaksa Pinangki. Sehingga, lanjut Ali, pihak kedeputian penindakan KPK bisa melihat langsung perkembangan penyidikan kasus ini.

"Ekspose atau gelar perkara merupakan forum di mana nanti semua peserta bisa melihat konstruksi perkara tersebut secara utuh. KPK berharap tim penyidik Kejaksaan Agung akan terbuka menyampaikan fakta hasil perkembangan penyidikan perkara tersebut," kata Ali.

Kejaksaan Agung menggandeng KPK, Komisi Kejaksaan, dan Bareskrim Polri untuk melakukan gelar perkara tindak pidana menerima hadiah atau janji.

Sebelumnya, Direktur Penyidikan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Kejagung Febrie Adriansyah menyebutkan hal tersebut dilakukan sebagai wujud transparansi Kejaksaan Agung dalam menangani kasus tindak pidana menerima janji atau hadiah.

"Jadi ini kebijakan dari Pak JAMPidsus ya, agar mengundang teman-teman eksternal," tutur Febrie, Senin (7/9/2020).


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Kejaksaan Agung Jaksa Pinangki
Editor : Saeno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top