Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bertambah 1.029 Kasus Corona di Ibu Kota, Begini Penjelasan Anies

Jumlah kasus konfirmasi positif virus Corona atau Covid-19 secara total di Jakarta sampai hari ini tercatat sebanyak 40.309 kasus.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 31 Agustus 2020  |  17:40 WIB
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). - ANTARA/Rivan Awal Lingga\n\n
Petugas menyemprotkan cairan disinfektan di ruang sidang paripurna DPRD DKI Jakarta, Rabu (29/7/2020). - ANTARA/Rivan Awal Lingga\\n\\n

Bisnis.com, JAKARTA — Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mencatat 1.029 penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada hari ini, Senin (31/8/2020).

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta Dwi Oktavia menuturkan pihaknya telah melakukan tes PCR sebanyak 5.328 spesimen pada hari ini.

“Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 4.315 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 584 positif dan 3.731 negatif. Namun, penambahan kasus hari ini totalnya 1.029 kasus, karena sebanyak 445 kasus adalah akumulasi data dari tanggal 28 dan 29 yang baru dilaporkan,” kata Dwi melalui keterangan resmi, Senin (31/8/2020).

Adapun, jumlah orang yang telah dites PCR selama sepekan terakhir sebanyak 56.815 orang, sedangkan jumlah kasus aktif Covid-19 di DKI Jakarta sampai saat ini berjumlah 8.569 orang. Mereka tengah dirawat di sejumlah rumah sakit rujukan atau menjalani isolasi secara mandiri.

"Sedangkan, jumlah kasus konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 40.309 kasus. Dari jumlah tersebut, 30.538 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 75,8 persen dan 1.202 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 3 persen,” jelasnya.

Terkait positivity rate atau persentase kasus positif, Dwi menerangkan, sepekan terakhir DKI Jakarta mencapai angka 9,7 persen.

"Sedangkan persentase kasus positif secara total sebesar 6, persen. WHO juga menetapkan standar persentase kasus positif tidak lebih dari 5 persen,” ujarnya.

Terpisah, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menuturkan penanganan Covid-19 di DKI Jakarta relatif terkendali. Anies beralasan dalam sepekan terakhir jumlah kasus aktif pasien terkonfirmasi positif di DKI Jakarta menurun secara signifikan.

Artinya, jumlah orang yang dirawat atau menjalani isolasi mandiri itu berkurang. “Di sisi lain, angka meninggal turun. Kalau diperhatikan secara global, case fatality rate [CFR] global itu 3,4 persen, di Indonesia CFR-nya 4,3 persen di atas angka kematian global, di Jakarta CFR 3 persen,” kata Anies saat memberi sambutan dalam Webinar SDGsx Jakber pada Senin (31/8/2020).

Dia berpendapat, CFR Indonesia bakal mencapai 4,7 persen, jika CFR milik DKI Jakarta tidak diikutsertakan. Dengan demikian, aktivitas testing masif yang dilakukan Pemprov DKI membuat potensi kematian terhadap pasien komorbid atau masyarakat rentan dapat diantisipasi.

“Mereka bisa dilakukan isolasi atau dirawat, sehingga tidak terlambat dalam penanganannya, jadi meskipun angka kasus baru itu naik tetapi bila jumlah kasus aktif itu menurun dan bila angka kematian kita rendah artinya penanganan Covid-19 itu relatif terkendali,” jelas Anies.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dki jakarta anies baswedan Virus Corona covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top