Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejagung: Djoko Tjandra dan Pinangki Diduga Incar Fatwa MA

Bersama Pinangki, Djoko Tjandra diduga berkonspirasi untuk meminta fatwa MA agar tidak dieksekusi usai pengajuan PK.
Sholahuddin Al Ayyubi
Sholahuddin Al Ayyubi - Bisnis.com 27 Agustus 2020  |  14:29 WIB
Djoko Tjandra (kanan) - Antara/Nova Wahyudi
Djoko Tjandra (kanan) - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Kejaksaan Agung menyebut tersangka Joko Soegiharto Tjandra alias Djoko Tjandra dan tersangka Pinangki Sirna Malasari diduga bersekongkol agar mendapatkan fatwa Mahkamah Agung.

Fatwa tersebut disiapkan agar setelah ada putusan PK, Djoko Tjandra yang jadi terpidana pada kasus cessie Bank Bali tidak dieksekusi oleh Jaksa dari Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Hari Setiyono mengungkapkan tim penyidik mendapat bukti permulaan yang cukup mengenai konspirasi yang akan dilakukan kedua tersangka yaitu Joko Soegiharto Tjandra alias Djoko Tjandra dan Pinangki Sirna Malasari agar Djoko Tjandra tidak dieksekusi.

"Jadi fatwa ini adalah untuk mengatur bagaimana agar JST ini tidak dieksekusi oleh eksekutor yaitu dalam hal ini adalah Jaksa. Konspirasinya adalah meminta fatwa MA agar JST tidak dieksekusi usai pengajuan PK kemarin itu," tutur Hari, Kamis (27/8/2020).

Menurut Hari, tim penyidik Kejagung tidak akan berhenti hanya pada dua orang tersangka tersebut. Perkara iniakan terus dikembangkan untuk mencari tersangka lain yang terlibat dalam kasus tindak pidana gratifikasi.

"Nanti akan terus dikembangkan oleh penyidik, sesuai dengan alat bukti yang didapatkan," kata Hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jaksa Pinangki Kasus Djoko Tjandra Kejaksaan Agung
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top