Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Diminta Turun Bila Terbukti Melanggar, Ini Jawaban Firli Bahuri

Jika terbukti melakukan pelanggaran etik, Firly diminta rela menanggalkan jabatan sebagai Ketua KPK.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 25 Agustus 2020  |  13:32 WIB
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) - Antara/Muhammad Adimaja
Ketua KPK Firli Bahuri (kiri) - Antara/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Firli Bahuri enggan menanggapi pernyataan Koordinator Masyarakat Anti Korupsi, MAKI, yang meminta agar dirinya tidak lagi menjabat sebagai pimpinan KPK.

Firli hanya mengatakan agar mengikuti ketentuan undang-undang yang berlaku.

Boyamin sempat menyampaikan jika Firli terbukti melanggar etik, dia harus rela menanggalkan jabatannya sebagai Ketua KPK.

Pernyataan itu disampaikan Boyamin di hadapan Ketua Dewan Pengawas (Dewas) KPK Tumpak Hatorangan Panggabean serta dua anggota Dewas KPK Albertina Ho dan Syamsuddin Haris dalam agenda sidang pelanggaran etik Firli.

"Kita ikuti undang-undang saja ya," kata Firli, Selasa (25/8/2020).

Lebih lanjut, Firli mengaku sudah membeberkan semua keterangan kepada Dewan Pengawas KPK saat sidang.

"Nah kan saya sudah sampaikan nanti biar Dewas yang sampaikan semuanya," kata Firli, Selasa (25/8/2020).

Firli pun enggan berkomentar lebih jauh terkait materi persidangan.

"Saya tidak rilis ya karena sudah saya sampaikan semua ke Dewas," katanya

Sidang etik yang digelar Dewan Pengawas KPK secara tertutup berlangsung mulai pukul 09.00 WIB di auditorium Randi Yusuf.

Firli dikonfrontir dengan pelapornya, Koordinator Masyarakat Anti-Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman selama sekitar 1,5 jam.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK Firli Bahuri dewan pengawas KPK
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top