Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar Tatap Muka, Nadiem: Rombongan Belajar Maksimum 50 Persen

Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan bila sekolah ingin melakukan pembelajaran tatap muka, maka harus membatasi rombongan belajar (rombel). 
Oktaviano DB Hana
Oktaviano DB Hana - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  10:29 WIB
Pengajar memberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran sistem daring kepada sejumlah guru di salah satu sekolah menengah atas, Banda Aceh, Aceh, Senin (13/7/2020). Pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengaplikasikan pembelajaran sistem daring bagi murid sekolah dengan metode khusus jarak jauh di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Ampelsa
Pengajar memberikan pelatihan pembuatan video pembelajaran sistem daring kepada sejumlah guru di salah satu sekolah menengah atas, Banda Aceh, Aceh, Senin (13/7/2020). Pelatihan tersebut untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengaplikasikan pembelajaran sistem daring bagi murid sekolah dengan metode khusus jarak jauh di tengah pandemi COVID-19. ANTARA FOTO - Ampelsa

Bisnis.com, JAKARTA – Pembatasan rombongan belajar menjadi salah satu syarat bagi pembelajaran tatap muka yang baru saja diberi izin oleh pemerintah.

Pemerintah telah memperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap dilakukan di sekolah yang berada di daerah zona hijau dan zona kuning. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengatakan bila sekolah ingin melakukan pembelajaran tatap muka, maka harus membatasi rombongan belajar (rombel). 

“Masing-masing rombel hanya diperbolehkan maksimal 50 persen dari kapasitas berarti harus melakukan rotasi/shifting semua sekolah ini,” ungkapnya dalam video yang diunggah dalam akun instagram @kemdikbud.ri, Sabtu (8/8/2020). 

Nadiem juga menyatakan ada hal-hal lain yang masih tetap dilarang dilakukan oleh sekolah selama masa pandemi Covid-19.

Nadiem mengungkapkan bahwa aktivitas di kantin, berkumpul, dan ekstrakurikuler yang dapat menimbulkan risiko interkasi antara masing-masing rombel tetap dilarang.

“Hanya boleh sekolah dan langsung pulang setelah sekolah,” kata Nadiem.

Selain itu, Nadiem juga menegaskan bahwa pelaksanaan belajar tatap muka di sekolah harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Nadiem menyatakan pembelajaran tatap muka di sekolah juga harus dilakukan atas persetujuan dari orang tua. 

“Untuk zona hijau dan zona kuning, sekolah tidak bisa mulai pembelajaran tatap muka tanpa persetujuan orang tua, melalui persetujuan komite sekolah yaitu perwakilan orang tua di masing-masing sekolah,” ujarnya. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemendikbud Virus Corona Nadiem Makarim covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top