Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Demontrasi Pecah di Beirut, Seorang Polisi Tewas dan 142 Terluka

Aksi protes massal pecah di Beirut, Ibu Kota Lebanon, Sabtu (8/8/2020) waktu setempat yang menuntut perbaikan sistem politik Lebanon.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 09 Agustus 2020  |  14:25 WIB
Dokumentasi. Para demonstran membawa suar selama aksi protes anti pemerintah dekat Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi di Beirut, Lebanon, Kamis (7/11/2019). (Antara/Reuters/Andres Martinez Casares - TM)
Dokumentasi. Para demonstran membawa suar selama aksi protes anti pemerintah dekat Kementerian Pendidikan dan Pendidikan Tinggi di Beirut, Lebanon, Kamis (7/11/2019). (Antara/Reuters/Andres Martinez Casares - TM)

Bisnis.com, JAKARTA - Aksi protes massal pecah di Beirut, Ibu Kota Lebanon, beberapa hari pascaledakan dahsyat yang mengguncang wilayah tersebut, Sabtu (8/8/2020).

Menurut laporan LBCI TV, sebagaimana dilansir Antara, Minggu (9/8/2020), satu polisi tewas dan 142 orang lainnya terluka akibat bentrokan selama aksi protes di Beirut itu.

Para pengunjuk rasa, yang menuntut perbaikan sistem politik Lebanon, berupaya memaksa masuk ke gedung parlemen sehingga memicu pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa.

Pengunjuk rasa melemparkan batu ke arah pasukan keamanan dan berusaha menyingkirkan kawat berduri agar dapat mendekati gedung parlemen.

Massa berhasil membobol kantor Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Ekonomi Lebanon.

Dua ledakan besar mengguncang Pelabuhan Beirut sekitar pukul 16.10 setempat pada Selasa (4/8/2020), menggetarkan bangunan di seluruh ibu kota. Sedikitnya 158 tewas dan 6.000 orang lainnya terluka akibat ledakan tersebut.

Informasi awal mengungkapkan bahwa amonium nitrat yang ditimbun sejak 2014 di gudang Pelabuhan Beirut kemungkinan menjadi penyebab ledakan mematikan tersebut.

Sementara itu, Hakim Fadi Akiki, seorang perwakilan pemerintah di pengadilan militer mengatakan pihak berwenang sejauh ini telah menanyai lebih dari 18 petugas pelabuhan dan bea cukai serta orang lain yang terlibat dalam pekerjaan pemeliharaan di gudang tersebut.

Satu sumber yudisial dan dua penyiar lokal mengatakan Manajer Umum Pelabuhan Beirut, Hassan Koraytem termasuk di antara yang ditahan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

demonstrasi lebanon

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top