Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Jakarta dan Jatim, Kalimantan Selatan Peringkat 1 Laju Insidensi Corona

Laju insidensi ini tidak dilihat dari besar angka kasus kumulatif infeksi Virus Corona, seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta yang mencatatkan dua besar dalam kasus kumulatif Covid-19.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 22 Juli 2020  |  12:08 WIB
Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah. JIBI - Bisnis/Nancy Junita
Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah. JIBI - Bisnis/Nancy Junita

Bisnis.com, JAKARTA – Satgas Covid-19 mencatat ada beberapa provinsi yang mencatatkan laju penularan atau insidensi Covid-19 tertinggi di Indonesia.

Perlu diketahui, laju insidensi ini tidak dilihat dari besar angka kasus kumulatif infeksi Virus Corona, seperti Jawa Timur dan DKI Jakarta yang mencatatkan dua besar dalam kasus kumulatif Covid-19.

Tim Pakar Satgas Covid-19 Dewi Nur Aisyah menyebut meskipun tambahan jumlah kasus seperti di Jawa Timur umumnya paling tinggi, tapi tingkat penularannya tidak jadi yang paling besar.

Dewi menyebut dalam sepekan terakhir paling tinggi kecepatan laju penularan Virus Corona di Indonesia adalah di Provinsi Kalimantan Selatan dengan 19,71 kasus per 100.000 penduduk.

Posisi kedua adalah DKI Jakarta dengan 17,8 kasus per 100.000 penduduk, posisi ketiga Provinsi Bali 15,09 kasus per 100.000 penduduk, posisi keempat Sulawesi Selatan 11,5 kasus per 100.000 penduduk, dan posisi kelima Maluku Utara 10,12 kasus per 100.000 penduduk.

“Seperti di Bali ini berarti lagi ada peningkatan laju insidensi di sana, penambahan kasusnya cukup berarti dibandingkan dengan provinsi yang lain,” kata Dewi Rabu (22/7/2020).

Sementara itu, dari angka kematian yang bertambah dengan cepat adalah Gorontalo, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

Secara umum, di Indonesia ada progres karena angka kematian bisa ditekan dari 9,34 persen pada awal Covid-19 mewabah menjadi 4,72 persen per 19 Juli 2020.

Adapun, tingkat kesembuhan juga meningkat banyak dari paling tinggi 8,33 persen pada Maret menjadi 47.3 persen sampai 19 Juli 2020.

“Kita memang masih punya PR karena angka kematiannya Indonesia masih lebih tinggi dibandingkan angka kematian dunia,” ungkapnya.

Harapannya, seluruh Indonesia bisa segera memiliki kecepatan laju insidensi Covid-19 nol per 100.000 penduduk.

Dewi mengatakan angka besar bukan berarti bermasalah, karena memang semakin padat penduduknya tambahan kasusnya pun juga akan semakin banyak.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top