Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Polri Ingin Kebut Kasus Maria Pauline Lumowa Sebelum Kedaluwarsa

Kasus pembobolan Bank BNI oleh Maria Pauline akan kedaluwarsa tahun depan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  17:28 WIB
Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa berjalan dengan kawalan polisi usai tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). - Antara/Aditya Pradana Putra
Buronan pelaku pembobolan Bank BNI Maria Pauline Lumowa berjalan dengan kawalan polisi usai tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (9/7/2020). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA - Polri telah menyiapkan bantuan hukum untuk tersangka Maria Pauline Lumowa agar proses penyidikan kasus pembobolan BNI sebesar Rp1,7 triliun bisa terus berjalan. Kasus tersebut akan kedaluwarsa tahun depan.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Argo Yuwono mengemukakan perkara Maria Pauline Lumowa kini tengah dihentikan sementara karena tersangka belum mendapatkan bantuan hukum dari Kedubes Belanda.

Padahal, kata Argo, kasus tersebut akan kedaluwarsa pada Oktober 2021.

Menurut Argo, Polri berinisiatif memberikan bantuan penasihat hukum kepada tersangka untuk memenuhi haknya.

"Kita siapkan sendiri [penasihat hukum] jika yang bersangkutan tidak ada kuasa hukum," tutur Argo, Rabu (15/7/2020).

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Pol Awi Setyono mengatakan bahwa kepolisian melakukan percepatan proses tersebut guna menghindari kedaluwarsanya kasus yang sudah berjalan sejak 2003 itu.

"Kalau ditanya target kita juga secepatnya untuk menyelesaikan karena memang kalau dilihat dari jangka waktu kedaluwarsanya kan tahun depan dia, Oktober 2021 kasus ini kedaluwarsa," kata Awi, Senin (13/7).

Selain itu, Awi menyebutkan penyidik juga akan melakukan penelusuran aset Maria terkait aliran dana BNI sebesar 1,7 triliun tersebut.

"Tentunya itu yang kemarin disampaikan oleh Kabareskrim yang menjadi PR akan dilakukan tracing [penelusuran aset] ke mana uang 1,2 triliun dari BNI tersebut," ujar Awi.

Maria Pauline Lumowa disangkakan melanggar Pasal 78 ayat 1 angka 4 KUHP dengan ancaman pidana mati atau penjara seumur hidup.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Maria Pauline Lumowa
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top