Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Indonesia Salurkan Lebih dari US$2,5 Juta untuk Bantu Palestina

Indonesia menggalang dana dan bantuan untuk membantu Palestina. Apa ya alasannya?
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 10 Juli 2020  |  23:24 WIB
Kementerian Luar Negeri menggalang dana dan bantuan internasional untuk membantu Palestina. (Bloomberg/Kobi Wolf)
Kementerian Luar Negeri menggalang dana dan bantuan internasional untuk membantu Palestina. (Bloomberg/Kobi Wolf)

Bisnis.com, JAKARTA— Indonesia menyiapkan lebih dari US$2,5 juta untuk membantu pemerintah dan pengungsi Palestina sebagai dukungan terhadap kondisi sulit yang menimpa negara di Timur Tengah itu.

Plt. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah mengatakan posisi Indonesia sudah sangat jelas yakni mengutuk rencana aneksasi Israel di wilayah Palestina. Indonesia bahkan aktif menggalang kekuatan dari dunia internasional.

Tak hanya itu, Indonesia juga merealisasikan keberpihakannya terhadap Palestina dengan komitmen bantuan kepada pemerintah Palestina dan Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA) masing-masing senilai US$1 juta serta US$500.000 melalui Palang Merah Internasional.

"Pemerintah Indonesia juga akan meningkatkan kontribusi rutin kepada pengungsi palestina melalui UNRWA sebesar US$200.000," katanya dalam acara diskusi media secara daring, Jumat (10/7/2020).

Menteri Luar Negeri RI telah mengikuti pertemuan menteri dengan Badan Bantaun dan Pekerjaan PBB untuk UNRWA pada 23 Juni 2020

Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Rizal mengatakan Indonesia juga aktif menyuarakan penolakan aneksasi saat menjabat sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanaan PBB.

"Sejak 17 Mei diumumkan rencam aneksasi, Indonesia langsung menyampaikan pernyataan keras menolak rencana tersebut dan mencari dukungan internasional dengan bersurat dengan negara kunci," katanya.

Termasuk 40 negara lainnya, anggota DK PBB fan organisasi internasional seperti Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) dan Gerakan Non-Blok (GNB).

Menlu Retno Marsudi juga menerima balasan dari 15 negara termasuk Jepang, Rusia, Mesir, Perancis, Tunisia, dan lainnya yang menyatakan satu suara menolak rencana tersebut.

"Menlu meminta OKI menjadi kendaraan untuk memobilisasi dukungan negara internasional untuk secara tegas menolak keinginan Israel," tandasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

palestina kementerian luar negeri konflik palestina
Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top