Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Hormati Idulfitri, Taliban Siap Gencatan Senjata

Milisi Taliban mengumumkan rencananya untuk melakukan gencatan senjata dengan militer Afganistan selama tiga hari untuk menghormati perayaan Idulftri.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 24 Mei 2020  |  05:36 WIB
Ilustrasi - Reuters
Ilustrasi - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Taliban bakal melakuka gencatan senjata selama tiga hari di Afganistan, guna menghormati perayaan Idulftri.

Menurut juru bicara Taliban Zabihullah Mujahed, mereka akan melakukan gencatan senjata mulai Minggu (24/5/2020) waktu setempat.

“Untuk memastikan keselamatan warga negara kita, semua pejuang Mujahidin telah diperintahkan untuk menghindari melakukan operasi ofensif," kata Mujahed dalam surat elektroniknya, seperti dikutip dari Bloomberg, Minggu (24/5/2020).

Namun demikian, mereka tidak segan mengangkat kembali senjatanya apabila diserang oleh musuh. Mereka berjanji akan menargetkan serangan ke musuhnya apabila diserang terlebih dahulu.

Menanggapi hal itu,  Presiden Afghanistan Ashraf Ghani menyambut baik pengumuman Taliban tersebut. Dia mengaku telah menginstruksikan pasukan militer nasional untuk mematuhi gencatan senjata tiga hari dan untuk membela diri apabila diserang.

Adapun, gencatan senjata yang dilakukan oleh Taliban hampir menjadi tradisi mereka tiap tahun. Langkah serupa dilakukan oleh Taliban pada 2018 selama tiga hari atau selama liburan Idulfitri.

Sebelumnya, Taliban telah melakukan gencatan senjata dengan salah satu musuhnya yakni militer Amerika Serikat pada Februari lalu.

Keduanya sepakat mengakhiri perang setelah bertikai selama 18 tahun. Saat ini keduanya tengah melakukan rekonsiliasi antara Taliban dan Afganistan.

Penandatanganan kesepakatan antara AS dan Taliban dilakukan di Qatari, ibukota Doha pada 29 Februari 2020.

AS diwakili oleh Zalmay Khailzad, utusan khusus yang juga Perwakilan Khusus untuk Rekonsiliasi Afganistan dan Taliban diwakili oleh kepala negosiator Mullah Abdul Ghani Baradar. 

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menjadi saksi penandatanganan kesepakatan itu. 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

perang taliban afganistan

Sumber : Bloomberg

Editor : Yustinus Andri DP

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top