Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kesepakatan Batal, Pendiri WeWork Gugat SoftBank

Pendiri WeWork Adam Neumann menggugat investor terbesar perusahaan, SoftBank Group Corp, atas keputusan pembatalan kesepakatan pembelian saham dari karyawan dan pemegang saham lainnya senilai US$3 miliar.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 05 Mei 2020  |  09:25 WIB
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS  -  Yuya Shino
Presiden Softbank Corp Masayoshi Son berbicara selama konferensi pers di Tokyo 30 April 2013. REUTERS - Yuya Shino

Bisnis.com, JAKARTA – Pendiri WeWork Adam Neumann menggugat investor terbesar perusahaan, SoftBank Group Corp, atas keputusan pembatalan kesepakatan pembelian saham dari karyawan dan pemegang saham lainnya senilai US$3 miliar.

Neumann mengklaim SoftBank dan Vision Fund secara sengaja mengingkari perjanjian untuk membeli saham karena posisi keuangan yang melemah, menurut salinan gugatan yang ditinjau oleh Bloomberg.

Chief legal officer SoftBank Rob Townsend mengatakan klaim tersebut tidak dalam pernyataan yang dikirim melalui email.

"Berdasarkan ketentuan perjanjian kami, yang ditandatangani Adam Neumann, SoftBank tidak memiliki kewajiban untuk menyelesaikan penawaran tender," kata Townsend, seperti dikutip Bloomberg.

Kesepakatan saham ini adalah bagian dari paket bailout dari SoftBank setelah penawaran umum perdana WeWork gagal tahun lalu. Neumann setuju untuk meninggalkan dewan direksi dan sebagai imbalannya akan dapat menjual saham senilai US$970 juta kepada SoftBank.

Rencana keluarnya Neumann membuat marah karyawan, ribuan di antaranya terancam kehilangan pekerjaan mereka. Keputusan SoftBank bulan lalu untuk membatalkan kesepakatan itu membuat kecewa sebagian staf yang sangat mengharapkan penjualan saham tersebut.

Dua direktur independen WeWork kemudian menggugat konglomerasi asal Jepang itu, dengan alasan SoftBank tidak mempertahankan kesepakatan. SoftBank menyebut gugatan itu sebagai penggunaan uang perusahaan yang tidak perlu dan pada saat itu mengatakan telah menantikan gugatan terpisah dari Neumann.

Seorang juru bicara Neumann mengatakan dia akan meminta pengadilan untuk mengkonsolidasikan kasusnya dengan tuntutan kedua direktur tersebut.

SoftBank mengatakan WeWork gagal memenuhi persyaratan khusus kesepakatan untuk bergerak, dengan alasan adanya masalah regulasi dan beberapa penyelidikan pemerintah terhadap perusahaan, termasuk dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS dan Departemen Kehakiman AS.

Dalam tuntutannya, Neumann meminta SoftBank memenuhi janjinya untuk membeli dan membayar ganti rugi atas kesalahan mereka. Belum ada hakim di Delaware yang ditugaskan untuk kasus ini, tetapi Ketua dewan Hakim Andre Bouchard mengawasi gugatan sebelumnya yang diajukan oleh direktur WeWork

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

softbank WeWork
Editor : Rivki Maulana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top