Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tenang Hadapi Corona, Secuil Cerita Pelajar Indonesia di Selandia Baru

Ketua PPI Auckland menceritakan kondisi penanganan penyebaran virus corona di Selandia Baru
David Eka Issetiabudi
David Eka Issetiabudi - Bisnis.com 28 April 2020  |  11:03 WIB
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Auckland. - Istimewa / PPI Auckland
Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Auckland. - Istimewa / PPI Auckland

Bisnis.com, JAKARTA - Pelajar Indonesia di Selandia Baru bersyukur aktivitas studi tidak terganggu di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Ketua Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Auckland Eryanto Widjaya mengatakan aktivitas kampus tetap berjalan dengan model belajar online. Eryanto menjelaskan, saat perkuliahan berlangsung tiga pekan, pihak kampus menghentikan proses perkuliahan.

"Kami diliburkan sepekan, untuk mempersiapkan proses kuliah online. Setelah itu, sampai sekarang kami [kuliah] tidak terganggu," katanya kepada Bisnis, pekan lalu.

Di tengah pandemi, Eryanto mengaku para pelajar Indonesia di Selandia merasa tenang karena upaya pencegahan penyebaran virus corona berjalan baik. Menurutnya, pemerintah Selandia Baru memberikan informasi terkini yang meningkatkan kewaspadaan sekaligus ketenangan.

"Mereka ngasih update, mereka ngasih bantuan, makanya di sini lebih tenang dan aktif memberi informasi," katanya.

Tidak hanya itu, PPI di Selandia Baru juga terus berkomunikasi dengan KBRI Wellington. Pihak kedubes kerap memberikan pemberitahun dan memantau kondisi PPI.

Dia menceritakan, rasa tenang yang terbangun di tengah pandemi di Selandia Baru hadir karena adanya kesiapan fasilitas kesehatan dan pasokan pangan.

"Pasokan logistik tidak masalah, kalau di sini supermarket buka, tetapi peraturan lebih ketat, kalau akses fasilitas kesehatan juga tidak masalah," ungkapnya.

Terkait adanya physical distancing, Eryanto mengaku hal itu tidak terlalu mengganggu. Pasalnya, kebanyakan pelajar Indonesia tinggal bersama-sama.
Hanya saja, di tengah rasa tenang, Eryanto mengaku tetap khawatir kondisi keluarga di Tanah Air. Menurutnya, di tengah kondisi pandemi, tidak ada pelajar yang pulang ke Indonesia.

"Orang tua mengkhawatirkan saya, tapi kalau sekarang, saya yang lebih kondisi keluarga," tuturnya.

Saat ini, total pelajar Indonesia yang tergabung dalam PPI Auckland tercatat mencapai 150 orang. Menurutnya, masih ada pelajar Indonesia yang tidak tercatat PPI Auckland.

Sebelumnya, Selandia Baru kini tengah menjadi perbincangan masyarakat global. Pasalnya, negara tersebut berhasil menekan laju persebaran virus Corona (Covid-19) dengan amat sukses.

Sepanjang minggu lalu, tercatat hanya satu warga Slandia Baru yang dinyatakan positif terpapar virus Corona. Bandingkan dengan negara lain, Indonesia misalnya untuk hari ini saja, Senin (27/4/2020) ada 214 kasus baru.

Sejauh ini, Selandia Baru melaporkan kurang dari 1.500 orang yang terpapar virus Corona dan "hanya" 19 saja yang meninggal. Jika dihitung per kapita, terhitung paling kecil-kecuali Vietnam yang nol kasus kematian virus tersebut.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona selandia baru pelajar
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top