Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Gubernur New York Umumkan Rencana Buka Kembali Aktivitas Perekonomian

Gubernur New York Andrew Cuomo merancang rencana membuka kembali aktivitas perekonomian secara bertahap seiring dengan melambatnya laju pertambahan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19)
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 April 2020  |  05:10 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Gubernur New York Andrew Cuomo merancang rencana membuka kembali aktivitas perekonomian secara bertahap seiring dengan melambatnya laju pertambahan kasus baru infeksi virus corona (Covid-19) di negara bagian Amerika Serikat ini.

Jumlah korban jiwa baru akibat Covid-19 di New York turun menjadi 367 orang pada Minggu (26/4/2020), angka terendah dalam hampir sebulan, ketika Cuomo membuat rencana pembukaan ekonomi kembali yang dimulai dengan konstruksi dan manufaktur.

“Tidak ada keraguan bahwa, di titik ini, kami telah melalui yang terburuk. Dan selama kita melangkah maju dengan hati-hati, yang terburuk seharusnya sudah berakhir,” ujar Cuomo kepada awak media di Albany, seperti dilansir melalui Bloomberg.

“Ini [pembukaan kembali] bisa dimulai segera setelah 15 Mei, kemungkinan bagian utara sebelum wilayah New York,City,” tambahnya.

Briefing berisikan rencana-rencana teknis dan kondisi untuk memulai kembali aktivitas perekonomian negara bagian ini, bagaimanapun, dilakukan di tengah wabah corona yang masih mengancam New York.

Pada 9 April, New York mencatat rekor angka kematian sebanyak 799 orang. Total korban jiwa akibat Covid-19 di negara bagian New York kini mencapai total 16.966 orang, meskipun jumlah kasus rawat inap baru dan perawatan intensif terus melandai.

Ini adalah pertama kalinya Cuomo berbicara secara terperinci tentang pembukaan kembali perekonomian setelah pada 20 Maret menutup sebagian besar bisnis, sekolah, dan memberlakukan lockdown pada sekitar 18 juta warganya.

“Setelah konstruksi dan manufaktur, bisnis-bisnis akan dibuka kembali berdasarkan seberapa pentingnya mereka,” anjut Cuomo.

Kendati tidak memberikan tanggal pasti pembukaan kembali perekonomian, ia telah menetapkan bahwa negara bagian yang dipimpinnya itu ditutup hingga 15 Mei dan kasus rawat inap baru harus turun selama dua pekan.

Pada Minggu (26/4), kasus rawat inap baru turun menjadi 1.087 pasien, penurunan hari kesembilan berturut-turut. New York juga melaporkan 5.902 kasus baru pada Minggu atau turun dari 10.553 pada hari sebelumnya. Dengan demikian, total kasus positif terinfeksi corona di New York tercatat telah mencapai 288.045 kasus.

“Akan ada jeda selama dua pekan setelah pembukaan kembali tahap pertama, untuk menilai progresnya yang akan dipantau melalui jumlah rawat inap baru, kasus baru, dan pengujian untuk antibodi yang menunjukkan apakah seseorang telah tertular virus,” terang Cuomo.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

new york covid-19
Editor : Hafiyyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top