Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tagar #BupatiKlatenMemalukan Ramai di Twitter, Bupati Sri Kicau Uang Pribadi  

Menurut Bupati Klaten Sri Mulyani, kejadian di lapangan merupakan kekeliruan teknis.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 27 April 2020  |  23:03 WIB
Bupati Klaten Sri Mulyani.  - Antara/Reno Esnir
Bupati Klaten Sri Mulyani. - Antara/Reno Esnir

Bisnis.com, JAKARTA –Jagad twitter ramai dengan tagar #BupatiKlatenMemalukan. Awal tagar ini seiring pembagian hand sanitizer berstiker Bupati Klaten Sri Mulyani. Padahal, hand sanitizer tersebut diduga merupakan bantuan dari Kementerian Sosial.

Melalui akun twitternya, @yanisunarno, bupati yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan ini memberi penjelasan bahwa yang terjadi di lapangan adalah kesalahan teknis, Untuk itu, dirinya meminta maaf.

“Tidak ada maksud menumpangi atau mengambil keuntungan pribadi, karena selain mendapat bantuan dari Kemensos, saya juga membuat bantuan handsanitizer sendiri yang memang ada stiker darii saya,” kicau akun @yanisunarno, Senin (27/4/2020).

Meski begitu, Sri mengucapkan terimakasih atas perhatian masyarakat termasuk di media sosial atas kritik dan masukan yang diberikan,

“Sedangkan untuk bantuan sembako yang saya serahkan di kantor DPC adalah dana pribadi saya selaku ketua DPC PDI P Kab. Klaten. Sekali lagi saya sampaikan permohonan maaf atas peristiwa yg tdk mengenakan ini. Terimakasih. ,” ulas akun  @yanisunarno lebih lanjut.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

suap bupati klaten Tagar viral
Editor : Anggara Pernando
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top