Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Staf Khusus Milenial Presiden, Kok Coba-Coba?

Taufan mengajukan pengunduran diri pada 17 April lalu setelah sebelumnya hal yang sama dilakukan Belva kepada Presiden Joko Widodo. Beberapa hari kemudian permohonan mereka disetujui oleh presiden.
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019)./ANTARA FOTO-Wahyu Putro A
Presiden Joko Widodo bersama staf khusus (kiri ke kanan) CEO Amartha Andi Taufan Garuda Putra, Perumus Gerakan Sabang Merauke Ayu Kartika Dewi, Pendiri Ruang Guru Adamas Belva Syah Devara, Peraih beasiswa kuliah di Oxford Billy Gracia Yosaphat Mambrasar, CEO dan Founder Creativepreneur Putri Indahsari Tanjung, Pendiri Thisable Enterprise Angkie Yudistia dan Mantan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Aminuddin Ma'ruf di Istana Merdeka Jakarta, Kamis (21/11/2019)./ANTARA FOTO-Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Di tengah kesibukan pemerintah menangani wabah Covid-19 yang ditindaklanjuti dengan pemberlakuan pembatasan sosial berbkala besar (PSBB), isu pengunduran diri dua staf khusus presiden dari kalangan milenial mencuri perhatian publik.

Maklum, dalam sepekan saja dua staf khusus itu menyatakan pamit dari jabatan mereka di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Keduanya adalah Adamas Belva Syah Delvara dan Andi Taufan Garuda Putra.

Taufan mengajukan pengunduran diri pada 17 April lalu setelah sebelumnya hal yang sama dilakukan Belva kepada  Presiden Joko Widodo. Beberapa hari kemudian permohonan mereka disetujui oleh presiden.

Presiden Jokowi pun buka suara setelah dua stafsusnya mundur sembari menyebut memahami alasan keduanya pamit. Hanya saja presiden tidak menyebut soal isu miring ‘konflik kepentingan’ yang justru menjadi perhatian publik.

Halaman Selanjutnya
Dugaan Konflik Kepentingan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Editor : Nancy Junita
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper