Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Komunitas Muslim New York City Kesulitan Kuburkan Korban Covid-19

Keluarga minoritas Muslim di New York City kesulitan melaksanakan prosesi pemakaman korban meninggal akibat wabah Covid-19.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 April 2020  |  08:24 WIB
Ilustrasi-Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). - Bloomberg/Emily Elconin
Ilustrasi-Petugas medis bersiap memeriksa masyarakat di Michigan Health Professionals Covid-19 melalui fasilitas pengujian di Millennium Medical Group di Farmington Hills, Michigan, Amerika Serikat, Selasa (7/4/2020). - Bloomberg/Emily Elconin

Bisnis.com, JAKARTA - Keluarga minoritas Muslim di New York City, AS, kesulitan melaksanakan prosesi pemakaman korban meninggal akibat wabah Covid-19.

Banyaknya tumpukan mayat di rumah sakit, kamar mayat, dan rumah duka menjadi masalah yang harus dihadapi.

Krisis Covid-19 membuat ribuan keluarga berduka dan hampir semuanya terpaksa menghadapi kekacauan setelah kematian orang yang mereka cintai.

Proses pemakaman bisa menjadi lebih rumit bagi kalangan Muslim New York. Kelompok Muslim New York menjadi minoritas dengan sekitar tiga persen dari populasi di seluruh lima wilayah kota tersebut. Mereka kesulitan melaksanakan serangkaian praktik keagamaan dan memandu prosesi pemakaman.

"Ini luar biasa, bukan masalah penyakit saja, tapi jumlah kematian," kata Imam Khalid Latif, direktur eksekutif Islamic Center di New York University (NYU).

Latif mengatakan bahwa sejak awal sangat jelas bahwa penghormatan pada akhir kehidupan mereka yang meninggal dunia sepertinya sangat sulit dilakukan bagi banyak orang di komunitas Muslim.

"Banyak orang yang mengatakan, 'Kami tidak bisa menghubungi siapa pun dan tidak tahu harus pergi kemana. Mereka [petugas rumah sakit] mengatakan kesulitan menghubungi pihak keluarga," ujar Latif.

Meningkatnya biaya pemakaman

Latif mengatakan pihak keluarga juga telah mengajukan keprihatinan tentang biaya pemakaman.
Layanan pemakaman Islam di New York City biasanya menelan biaya sekitar US$2.000, termasuk sebidang tanah untuk penguburan, kata Latif.

Akan tetapi hari ini, beberapa anggota komunitas Muslim mengatakan mereka dikenakan biaya sekitar US$10.000.

"Dalam Islam, upacara pemakaman dianggap sebagai kewajiban bersama orang yang ditinggalkan," katanya seperti dikutip Aljazeera.com, Jumat (24/4/2020). Karena itu dia mengatakan komunitas Muslim bertanggung jawab melaksanakan prosesi dan membayar biaya pemakaman sekalipun pihak keluarga korban tidak mampu melaksanakan.

Sebelumnya, CNN.com melaporkan Pemerintah New York City, Amerika Serikat, menguburkan pasien positif terjangkit penyakit Covid-19 di Pulau Hart, kawasan yang kerap jadi tempat pemakaman jasad tak dikenal.

"Jumlah kematian memilukan yang kita lihat berarti ada banyak pula kematian menyedihkan orang yang tak punya keluarga atau teman yang bisa menguburkan mereka. Mereka akan dikuburkan di Pulau Hart," ujar Wali Kota New York City Bill de Blasio.

Namun, Blasio memastikan bahwa mereka tak akan menjadikan Pulau Hart sebagai "kuburan massal" untuk para pasien Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat muslim Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

BisnisRegional

To top