Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pangeran Charles Selesai Jalani Masa Isolasi Virus Corona

Charles yang mendapat julukan sebagai Pangeran Wales sekarang telah keluar dari tempat isolasi atau karantina diri. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara kerajaan
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  09:10 WIB
Pangeran Charles dan Camilla - femalefirst.co.uk
Pangeran Charles dan Camilla - femalefirst.co.uk

Bisnis.com, JAKARTA – Pangeran Charles dilaporkan telah pulih dari virus corona baru atau COVID-19, setelah Calrence House mengumumkan dirinya positif corona pada minggu lalu.

Charles yang mendapat julukan sebagai Pangeran Wales sekarang telah keluar dari tempat isolasi atau karantina diri. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh juru bicara kerajaan.

“Clarence House telah mengkonfirmasi hari ini bahwa, setelah berkonsultasi dengan dokternya, The Prince of Wales sekarang berada di luar isolas diri,” kata juru bicara itu seperti dikutip Insider, Selasa (31/3).

Proses pemulihan setelah melakukan isolasi diri selama tujuh hari yang dilakukan oleh Pangeran Charles memang dapat dipahami, dan merupakan standar yang saat ini sedang diterapkan secara nasional di Inggris.

Pada minggu lalu, pejabat istana mengkonfirmasi bahwa Pangeran Charles berada dalam karantina di Balmoral setelah dinyatakan positif terinfeksi virus corona baru. Kendati begitu, Duchess of Cornwall Camilla, istri dari Pangeran Charles dinyatakan negatif.

Clarence House mengatakan bahwa dokter percaya Pangeran Charles tertular virus corona pada 13 Maret, sehari setelah pertemuan terakhir dengan ibunya. Kerajaan juga mengonfirmasi bahwa pertemuan itu tidak membuat ibunya, Ratu Elizabeth II terinfeksi.

Dilaporkan bahwa Ratu Elizabet II telah tinggal bersama suaminya, Pangeran Philip di Windsor Castle sejak 19 Maret dan tetap melakukan pekerjaannya sebagai simbol kerajaan Inggris. Beberapa waktu lalu, pihak istana merilis foto yang menunjukkan Ratu sedang melakukan audiensi dengan perdana menteri.

Adapun, hingga saat ini berdasarkan data Worldometer, Inggris telah mencatatkan jumlah kasus yang cukup tinggi dengan total 22.141 pasien terinfeksi. Jumlah kematian yang tercatat sebanyak 1.408 kasus sementara pasien sembuhnya sebanyak 135 kasus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pangeran charles Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top