Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Setop Kunjungan ke Penjara dan Panti Wreda Selama Pandemi Virus Corona

Indonesian Young Scientist (IYS) Forum menyusun sejumlah rekomendasi untuk BNPB terkait penutupan kunjungan sementara penjara dan panti wreda dari pihak luar.
Gloria Fransisca Katharina Lawi
Gloria Fransisca Katharina Lawi - Bisnis.com 27 Maret 2020  |  12:37 WIB
Ilustrai panti jompo -
Ilustrai panti jompo -

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesian Young Scientist (IYS) Forum menyusun sejumlah rekomendasi untuk BNPB terkait penutupan kunjungan sementara penjara dan panti wreda dari pihak luar.

Berry Juliandi, ilmuwan IYS dari Institut Pertanian Bogor (IPB) mengatakan IYS telah menyusun rekomendasi terkait antisipasi penyebaran Covid-19 agar tak makin meluas ke Indonesia. Apalagi, penyebaran saat ini dikarenakan adanya transmisi dari manusia ke manusia dalam interaksi sosial.

“Penularan dari manusia ke manusia ini baik yang memiliki simptom maupun tidak sangat potensial untuk dapat menulari penjara dan panti wreda,” kata Berry, Jumat (27/3/2020).

Seperti yang dilansir baru-baru ini bahwa COVID-19 telah menular ke penjara di New York. Dikutip dari The New Yorker, ada dua penghuni penjara yang terbukti positif tertular COVID-19.

Selain rumah tahanan, Berry menyebut panti wreda perlu dilindungi karena dihuni oleh lansia yang rentan terhadap penularan. Oleh karena itu, Indonesian Young Scientist Forum merekomendasikan dengan segera penutupan sementara kedua tempat dari kunjungan pihak luar.

Adapun telah mendapat rekomendasi tersebut didukung secara individu oleh para peneliti Indonesia. Ada 42 ilmuwan yang ikut merekomendasikan hal ini antara lain; Dr. Ahmad Rusdan Handoyo Utomo dari PT. Kalbe Farma, Dr. Akhmad Sabarudin dari Universitas Brawijaya, Dr. Ari Winasti Satyagraha dari Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Dr. Aiyen B. Tjoa dari Universitas Tadulako, Dr. Arli Aditya Parikesit dari I3L, Dr. Azzania Fibriani dari ITB, Dr. Beben Benyamin dari Australian Centre for Precision Health, University of South Australia, lalu Dr. Berry Juliandi dari IPB, Dr. Davin H. E. Setiamarga dari National Institute of Technology, Wakayama College, Jepang, Prof. Deni Noviana dari IPB, Dr. Dwinita Larasati dari ITB, Prof. Felycia Edi Soetaredjo dari Universitas Kristen Widya Mandala, Fabian Surya Pramudya ST. dari The Chinnese University of Hongkong, Hongkong, Dr. Fenny Martha Dwivany dari ITB, Dr. Firman Witoelar Kartaadipoetra dari ANU Australia.

Beberapa ilmuwan lain yakni; Dr. Hasnawati Saleh dari Universitas Hasanuddin, Dr. Hawis Maddupa dari IPB, Prof. Husin Alatas dari IPB, Dr. Husna Nugrahapraja dari ITB, Dr. Inaya Rakhmani dari UI, Dr. Ines Atmosukarto dari ANU di Australia, Dr. Iqbal Elyazar dari Eijkman-Oxford Clinical Research Unit, Prof. Jamaluddin Jompa dari Universitas Hasanuddin, Prof. Ketut Adyana dari ITB, Prof. Ketut Wikantika dari ITB, 26. Dr. Mohammad Ikbal Borman dari Universitas Tadulako, Dr. Mohamad Rafi dari IPB, Dr. Muhammad Aziz dari The University of Tokyo, Dr. Neni Nurainy dari PT. Biofarma, Dr. Rino R Mukti dari ITB, Dr. Sastia Prama Putri dari Osaka University, Dr. Sri Fatmawati dari ITS, Dr. Sonny Mumbunan dari UI, Dr. Suharyo Sumowidagdo dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Dr. Sudirman Nasir dari Universitas Hasanuddin,  Dr. Tatas Hardo Panintingjati Brotosudarmo dari Universitas Ma Chung, Dr. Tri Rini Nuringtyas dari UGM, Dr. Tuswadi dari Politeknik Banjarnegara, Dr. Yanuar Nugroho dari CIPG, Dr. Yosmina Tapilatu dari P2LD LIPI, Dr. Yudi Darma dari ITB, Dr. Yuni Krisnandi dari UI, dan Dr. Yoga Divayana dari Universitas Udayana.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

panti jompo
Editor : Mia Chitra Dinisari
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top