Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

BATAN Sudah Amankan 400 Drum Tanah Terpapar Radioaktif di Serpong

Tanah dan tanaman yang terpapar limbah radioaktif tersebut kini disimpan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) di Puspiptek, Tangerang Selatan. Jumlah itu kemungkinan besar akan bertambah karena pengerukan masih berlangsung.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 02 Maret 2020  |  11:13 WIB
Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pemetaan area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (24/2/2020). - Antara/Muhammad Iqbal
Petugas Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) melakukan pemetaan area terpapar zat radioaktif di Perumahan Batan Indah, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (24/2/2020). - Antara/Muhammad Iqbal

Bisnis.com, JAKARTA - Ratusan drum tanah telah dipindahkan oleh Badan Tanah Nuklir Nasional (BATAN), Perumahan Batan Indah di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, yang beberapa saat lalu ditemukan lembah radioaktif. Setidaknya, sudah ada 400 drum yang telah dipindahkan itu.

Drum-drum berisi tanah dan vegetasi yang terpapar limbah radioaktif tersebut kini disimpan di Pusat Teknologi Limbah Radioaktif (PTLR) di Puspiptek, Tangerang Selatan. Jumlah itu kemungkinan besar akan bertambah karena pengerukan masih berlangsung.

"Hingga kemarin, hari ketiga belas dari proses clean up, kami telah mengambil tanah dan vegetasi yang diindikasikan terkontaminasi radioaktif sebanyak 400 drum," kata Kepala Batan, Anhar Riza Antariksawan, dalam konferensi pers di Puspiptek, Tangerang Selatan, Jumat (28/2/2020) akhir pekan lalu.

Kepala PTLR, Sumarbagiono, memastikan tanah dan vegetasi yang terpapar radioaktif itu disimpan dalam gudang dengan sistem pengamanan tingkat tinggi. Sumarbagiono menyebut sistem proteksi fisik dengan monitor dan beton dengan ketebalan khusus supaya radiasinya tidak keluar.

"Kunci untuk membuka (tempat penyimpanan) yang memegang hanya Unit Pengamanan Nuklir, jadi saya saja pun tidak bisa," kata Sumarbagiono saat peninjauan fasilitas PTLR.

Sebelumnya, Badan Pengawas Tenaga Nuklir (Bapeten) menemukan paparan radiasi melebihi ambang batas di lahan fasilitas umum di Perumahan Batan Indah. Belakangan diketahui sumbernya bahan logam hasil reaksi nuklir, Cesium 137 (Cs-137). 

Bahan radioaktif tersebut sudah bercampur dengan tanah dan menimbulkan paparan radiasi yang sempat terukur 140 mikrosievert (mikroSv) per jam atau ribuan kali dari ambang normalnya di lingkungan. Pada Jumat, Anhar menyebutkan, radiasi yang terukur sudah 2 mikroSv per jam.

Batan, Anhar berjanji, akan terus melakukan pembersihan dan rencananya akan mengeruk 40 sentimeter tanah terpapar radiasi di Perumahan Batan Indah dalam upaya menurunkan tingkat paparan radioaktif.

Sementara itu, temuan paparan radiasi mengantar seorang warga Perumahan Batan Indah menjalani proses pemeriksaan polisi. SM, warga itu, diketahui menyimpan di rumahnya bahan yang sama dengan yang ditemukan di lahan kosong, Cs-137.

Sejauh ini SM diancam pelanggaran menyimpan zat radioaktif ilegal. "Penyidik masih terus bekerja. Belum ada temuan yang mampu menjawab dugaan apakah dia juga membuang itu (ke lahan kosong perumahan)," ucap Kepala Bagian Penerangan Umum Polri Komisaris Besar Asep Adisaputra. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nuklir batan

Sumber : Tempo

Editor : Andya Dhyaksa
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top