Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

ECB Bersikeras Pertahankan Suku Bunga di Bawah Nol

Presiden Christine Lagarde menyadari tingkat suku bunga di bawah nol dan pembelian obligasi merugikan nasabah perbankan.
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman/Reuters-Alex Domanski
Kanptr pusat Bank Sentral Eropa (ECB) di Frankfurt, Jerman/Reuters-Alex Domanski

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral Eropa atau European Central Bank (ECB) bersikukuh untuk mempertahankan stimulus moneter yakni suku bunga di bawah nol.

Kendati, ECB mengakui adanya efek samping negatif yang harus diawasi dengan ketat.

Pada September lalu, Bank Sentral Eropa memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin menjadi minus 0,5 persen. Angka ini memecahkan rekor sebagai suku bunga deposito terendah.

Presiden Christine Lagarde mengatakan kepada Parlemen Eropa di Strasbourg bahwa dia menyadari tingkat suku bunga di bawah nol dan pembelian obligasi merugikan nasabah perbankan. Selain itu, langkah ini juga menyebabkan harga aset seperti real estat menjadi naik terlalu tinggi. Namun, katanya, pemerintah harus berbuat lebih banyak untuk memacu ekonomi.

"Ketika suku bunga rendah, kebijakan fiskal bisa sangat efektif, dapat mendukung momentum pertumbuhan kawasan euro, yang pada gilirannya meningkatkan tekanan harga dan akhirnya mengarah pada tingkat bunga yang lebih tinggi," katanya, dilansir Bloomberg, Rabu (12/2/2020).

Ekonomi zona euro sedang berjuang setelah kuartal keempat tahun lalu ditutup suram, di mana pabrik tetap terperosok dalam resesi manufaktur. Meskipun beberapa indikator menunjukkan kondisi terburuk ada di masa lalu, wabah coronavirus telah meningkatkan kemungkinan pukulan yang lebih besar pada saat ECB kehabisan amunisi moneter.

Lagarde pun mengulangi seruan bahwa ECB membutuhkan dukungan fiskal, reformasi struktural, serikat perbankan penuh dan serikat pasar modal.

"Serikat ekonomi dan moneter yang lebih tangguh dengan unsur-unsur ini tidak hanya akan membantu melindungi standar hidup kita dari perkembangan domestik dan global yang merugikan. Itu juga akan mendukung pengaruh Eropa di dunia, termasuk dengan membuat euro lebih menarik di seluruh dunia," katanya.

Di Berlin, Kepala Ekonom Philip Lane mengatakan suku bunga negatif jelas diperlukan untuk mengangkat inflasi. Komentar tersebut merupakan isyarat meningkatnya kekhawatiran para pembuat kebijakan tentang kegagalan mencapai tujuan inflasi di tengah pemberlakuan stimulus yang tidak konvensional selama bertahun-tahun. Untuk meningkatkan kredibilitas ECB, Lagarde meluncurkan tinjauan strategis untuk menilai tantangan utama yang juga akan melibatkan pendapat masyarakat.

Meskipun tidak ada pembicara yang menyebutkan wabah coronavirus dalam pertemuan ECB,  Anggota Dewan Eksekutif Isabel Schnabel mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa ECB mengawasi hal itu dengan cermat.

Wabah ini telah memberi tekanan pada ekonomi dan bank sentral karena penutupan pabrik dan terganggunya rantai pasokan. Gubernur Federal Reserve Jerome Powell mengatakan bank sentral AS secara cermat memantau potensi dampak wabah dari China ke seluruh dunia. Namun, dia tidak mengatakan langkah pengawasan ini akan mengubah asumsi dasar Fed untuk ekonomi AS.


Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Reni Lestari
Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper