Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kota Wuhan 'Dikunci', Amarah Warga Memuncak di Tengah Gempuran Virus Corona

Komisi Kesehatan Hubei mengonfirmasi 2.618 kasus baru virus corona di provinsi tersebut sejak wabah itu muncul pada Desember tahun lalu.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 10 Februari 2020  |  10:24 WIB
Kota Wuhan, Provinsi Hubei China. - Istimewa
Kota Wuhan, Provinsi Hubei China. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Jumlah kematian akibat virus corona baru di China melonjak melewati angka 900 di daratan China hingga hari ini, Senin (10/2/2020), setelah Provinsi Hubei yang paling parah terdampak melaporkan 91 kematian baru.

Dalam laporan hariannya, Komisi Kesehatan Hubei mengonfirmasi 2.618 kasus baru virus corona di provinsi tersebut sejak wabah itu muncul pada Desember tahun lalu.

Sekarang terdapat lebih dari 39.800 kasus yang dikonfirmasi di seluruh China berdasarkan angka yang dirilis pemerintah seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Senin (10/2/2020).

Virus corona baru diyakini muncul tahun 2019 di pasar yang menjual binatang liar di Ibu Kota Hubei, Wuhan.

Epidemi itu telah mendorong pemerintah mengunci seluruh kota ketika kemarahan meningkat atas penanganan krisis, terutama setelah seorang dokter yang mengemukaan kasus pertama menjadi korban virus tersebut.

Dokter berusia 34 tahun bernama Li Wenliang, meninggal pada Jumat (7/2/2020) pekan lalu setelah tertular virus dari seorang pasien. Selama berjam-jam sebelumnya, kondisi dokter bernama Li Wenliang itu tidak dapat dipastikan setelah laporan tentang kematiannya di media sosial China sempat dihapus dan diganti dengan status sedang dirawat.

"Pemerintah setempat meminta orang-orang untuk tinggal di rumah selama mungkin, tetapi tidak ada cukup barang di toko setiap kali kami sampai di sana, jadi kami harus sering keluar," ujar seorang wanita di Wuhan yang bermarga Wei.

Dokter Li Wenliang/Istimewa

Michael Ryan, Kepala Program Keadaan Darurat Kesehatan WHO, mengatakan "periode membaik" wabah "menggambarkan dampak dari langkah-langkah pengendalian".

"Para  pakar internasional WHO berangkat Minggu (9/2/2020) malam ke China, ujar Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus. Misi itu dipimpin oleh Bruce Aylward, seorang veteran ahli keadaan darurat kesehatan.

Meski angka kematian telah meningkat terus, kasus-kasus baru telah menurun sejak puncaknya pada Rabu (5/2/2020) ketika hampir 3.900 orang terpapar wabah itu di seluruh negeri.

Bank sentral China mengatakan mulai Senin (10/2/2020) akan menyediakan 300 miliar yuan (US$43 miliar) dalam bentuk pinjaman khusus kepada bank untuk membantu bisnis yang terlibat dalam memerangi epidemi.

China mendapat kecaman internasional karena menutupi kasus selama wabah SARS, sedangkan WHO memuji tindakan yang telah diambil saat ini. Namun, kemarahan memuncak setelah kematian seorang dokter di Wuhan dan sikap polisi yang  tutup mulut ketika dokter itu memberitahu virus yang muncul pada Desember.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china virus corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top