Produsen iPhone di China Pangkas Proyeksi 2020 Akibat Virus Corona

Wabah virus corona diperkirakan mengganggu rantai produksi Apple yang berpusat di China, sekaligus memangkas permintaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi keseluruhan.
Amanda Kusumawardhani
Amanda Kusumawardhani - Bisnis.com 05 Februari 2020  |  21:03 WIB
Produsen iPhone di China Pangkas Proyeksi 2020 Akibat Virus Corona
Foxconn Technology Group adalah sebuah perusahaan multinasional yang berlokasi di Taiwan yang berkantor pusat di Tucheng, Taiwan dan merupakan bagian dari Hon Hai Precision Industry Co Ltd. Foxconn adalah pembuat komponen elektronik terbesar di dunia, termasuk pencetakan papan sirkuit. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA— Hon Hai Precision Industry Co., mitra produksi utama Apple Inc., memangkas prospek pertumbuhan pendapatan 2020 setelah mengevaluasi dampak potensial akibat wabah virus corona.

Perusahaan yang berlokasi di Zhengzhou ini memperkirakan penjualan hanya tumbuh di kisaran 1 persen - 3 persen pada tahun ini.

Young Liu, Chairman Hon Hai,  mengatakan proyeksi itu turun dibandingkan perkiraan yang dirilis pada 22 Januari 2020 yaitu sebesar 3 persen - 5 persen pada tahun ini.

“Melihat situasi saat ini, kami memangkas turun [proyeksi pertumbuhan penjualan] menjadi 1 persen-3 persen,” kata Liu, dikutip dari Bloomberg, Rabu (5/2/2020).

Wabah virus corona diperkirakan mengganggu rantai produksi Apple yang berpusat di China, sekaligus memangkas permintaan konsumen dan pertumbuhan ekonomi keseluruhan. Perusahaan yang berlokasi di Zhengzhou ini mengoperasikan pabrik yang memproduksi merek-merek besar seperti Hp Inc. dan Sony Corp.

Liu mengatakan Hon Hai berharap bisa kembali memulai aktivitas produksinya di China sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Sejumlah produsen lain seperti Quanta Computer Inc., Inventec Corp. and LG Display Co. juga memastikan aktivitas produksi bakal dimulai pada pekan mendatang di China.

Meskipun pemerintah China dan sejumlah perusahaan menargetkan mampu kembali beraktivitas pada 10 Februari 2020, keraguan masih terus membayangi mereka seiring dengan terus meningkatnya jumlah kasus infeksi dan korban meninggal.

Saham Hon Hai bergerak stabil pada Rabu (5/2/2020), setelah sempat merosot 11 persen ketika bursa saham Asia mencatatkan penurunan tajam pada pertengahan Januari tahun ini. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
apple inc, virus corona

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana
KOMENTAR


Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top