Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IMF: Rencana Bulgaria Pakai Euro pada 2023 Bakal Lancar

Menurut Georgieva, Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde juga menyambut positif langkah Bulgaria tersebut saat keduanya bertemu di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.
Dwi Nicken Tari
Dwi Nicken Tari - Bisnis.com 27 Januari 2020  |  13:09 WIB
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters

Bisnis.com, PEKANBARU — Dana Moneter Internasional (IMF) menilai rencana Bulgaria untuk masuk ke Zona Euro dapat berjalan lancar.

Adapun, proses untuk masuk ke dalam daftar tunggu Zona Euro bakal diajukan salah satu negara Balkan itu pada musim semi tahun ini dengan penggunaan mata uang euro diharapkan secepatnya pada 2023.

Kristalinaa Georgieva, Direktur Pelaksana IMF, menilai rencana Bulgaria yang telah menjadi anggota Uni Eropa sejak 2007 itu akan berjalan sesuai yang diharapkan. Bulgaria akan mengajukan diri untuk masuk ke dalam keanggotaan Zona Euro pada akhir April 2020 dan menggunakan mata uang euro pada 2023.

“Menurut saya, rencana Bulgaria masuk ke Zona Euro akan seperti yang diharapkan. Tampaknya semua sudah berjalan lancar,” kata Kristalina, seperti dikutip Reuters, Senin (27/1/2020).

Menurut Georgieva, Gubernur Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde juga menyambut positif langkah Bulgaria tersebut saat keduanya bertemu di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss.

“Sepertinya dalam waktu dekat orang Bulgaria akan ikut berdiskusi di ruang pertemuan negara-negara Zona Euro,” ujar Lagarde.

Georgieva yang berasal dari Bulgaria mengatakan keputusan negaranya untuk bergabung dengan Zona Euro bakal memberikan banyak keuntungan a.l. memberikan proteksi moneter yang lebih baik dan dapat melindungi Bulgaria dari ketidakpastian global.

Saat ini, mata uang lev Bulgaria yang menggunakan patokan euro telah sesuai dengan kriteria nominal mata uang tunggal tersebut. Kendati Bulgaria memiliki pendanaan publik yang sehat dan tingkat utang rendah, negara ini masih menjadi negara termiskin dan paling korup di Uni Eropa.

Penilaian komprehensif untuk 6 perbankan Bulgaria yang dilakukan oleh ECB pada 2019 bahkan masih menebutkan adanya shortfall modal di 2 perbankan lokal.

“Bulgaria secara keseluruhan sudah baik. Tapi ada 2 bank yang terkena isu dan keduanya sedang menangani hal itu. Saya lihat tidak ada masalah,” imbuh Georgieva.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

euro imf
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top