Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dinasti Politik Dinilai Tak Beri Manfaat Bagi Partai Politik

Kalau dilihat dari sejarah, dinasti politik di Indonesia banyak diwarnai dinasti politik yang buruk. Karena banyak pejabat yang dihasilkan dari dinasti politik itu korup dan cenderung membangun oligarki.
MG Noviarizal Fernandez
MG Noviarizal Fernandez - Bisnis.com 18 Januari 2020  |  23:59 WIB
Karikatur politik dinasti di Filipina - mb.com.ph
Karikatur politik dinasti di Filipina - mb.com.ph

Bisnis.com, JAKARTA - Dinasti politik dinilai tidak memberikan faedah bagi partai politik. Hal itu diungkapkan oleh pengamat politik Universitas Al-Azhar Ujang Komarudin, Sabtu (18/1/2020).

"Kalau dilihat dari sejarah, dinasti politik di Indonesia banyak diwarnai dinasti politik yang buruk. Karena banyak pejabat yang dihasilkan dari dinasti politik itu korup dan cenderung membangun oligarki," ucap Ujang.

Ujang menambahkan dinasti politik biasanya juga akan menyebabkan kinerja partai menjadi melempem alias tidak berkembang.

"Jika yang diangkat dari kalangan keluarganya tak punya kemampuan, lalu kinerjanya melempem," tandas Ujang.

Kondisi faktual beberapa partai besar menunjukkan adanya dinasi politik. Teranyar, putra Amien Rais, Hanafi, akan maju sebagai Sekjen PAN berpasangan dengan calon ketua, Mulfachri Hararap.

Menurut rencana, Kongres PAN akan berlangsung pada 2 Februari 2020 di Sulawesi Tenggara. Selain Harahap, sejumlah nama calon ketua umum baru periode 2020-2025 telah mencuat yakni petahana Zulkifli Hasan dan Asman Abnur.

Terkait pelaksanaan pergantian kepemimpinan PAN, Amien Rais diminta tidak ikut campur terhadap urusan sistem demokrasi di partai tersebut.

Hal tersebut diungkapkan oleh salah seorang pendiri PAN Abdillah Toha saat menanggapi sikap Amien yang dinilai mengintervensi khususnya soal pelaksanaan kongres bulan depan.

"Ya sudahlah, yang lalu-lalu kan selalu ikut campur, itu kan urusan sistem demokrasi di partai. Sudah waktunyalah melepaskan ini ke yang muda-muda," kata Abdillah Toha.

"Pak Amien harus membiarkan, partai jangan tergantung ke Pak Amien," sambung Abdillah.

Abdillah mengungkapkan banyak pihak yang merasa keberatan dengan intervensi dari pihak yang tidak duduk dalam kepengurusan meski ia tidak menjelaskan bentuk tekanan dimaksud.

"Ya tafsirkan sendiri ikut campurnya bagaimana. Banyak yang keberatan. " tegas Abdillah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

partai amanat nasional politik dinasti
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top