Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sandera Abu Sayyaf, Wakil Presiden Ma'ruf Minta Menlu dan Menhan Percepat Pembebasan

Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri dapat segera membebaskan warga Indonesia yang ditahan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 26 Desember 2019  |  16:56 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) - ANTARA /Puspa Perwitasari
Presiden Joko Widodo (tengah) - ANTARA /Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta Menteri Pertahanan dan Menteri Luar Negeri dapat segera membebaskan warga Indonesia yang ditahan kelompok bersenjata Abu Sayyaf.

"Kita mengutus Menlu dan Menhan utk selesaikan [pembebasan] sandera itu," kata Ma'ruf di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Kamis (22/12/2019).

Menurutnya, dalam beberapa waktu tahun terakhir sejumlah WNI disandera oleh kelompok ini. Untuk itu akan dilakukan pembenahan penanganan perlindungan bagi warga negara.

"Itu akan kita evaluasi jangan sampai nanti terjadi lagi," katanya.

Sebelumnya, diberitakan kelompok Abu Sayyaf menyandera tiga nelayan asal Indonesia pada September 2019. Mereka sempat meminta tebusan senilai Rp8 miliar untuk pembebasan tiga WNI itu.

Sebanyak dua dari tiga warga negara Indonesia (WNI) yang disandera selama 90 hari oleh kelompok militan Filipina, Abu Sayyaf itu kemudian berhasil dibebaskan pada Minggu (22/12/2019).

Kementerian Luar Negeri Indonesia menyatakan keberhasilan pembebasan tersebut berkat kerja sama intensif antara pemerintah Indonesia dan Filipina.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

WNI Disandera
Editor : Andhika Anggoro Wening
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top