Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kasus TPPU Rita Widyasari, KPK Panggil Sekda Kukar

Hari ini KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap sekretaris daerah Kabupaten Kutai Kertanegara terkait kasus tindak pidana pencucian uang oleh Rita Widyasari.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 05 Desember 2019  |  12:17 WIB
Rita Widyasari seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/10). - ANTARA/Hafidz Mubarak A
Rita Widyasari seusai diperiksa di gedung KPK, Jakarta, Rabu (18/10). - ANTARA/Hafidz Mubarak A

Bisnis.com, JAKARTA - Hari ini KPK mengagendakan pemeriksaan terhadap sekretaris daerah Kabupaten Kutai Kertanegara terkait kasus tindak pidana pencucian uang oleh Rita Widyasari.

Tersangka Rita Widyasari adalah mantan Bupati Kutai Kartanegara.

"Hari ini, diagendakan pemeriksaan terhadap Sekda Kabupaten Kutai Kartanegara Sunggono sebagai saksi terkait TPPU atas nama tersangka Rita Widyasari," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/12/2019).

KPK saat ini masih melakukan penyidikan untuk tersangka Rita terkait TPPU.

Seperti diketahui, Rita telah dieksekusi ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Pondok Bambu setelah dijatuhi hukuman 10 tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta pada 6 Juli 2018.

Rita terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum KPK menuntut Rita dijatuhi pidana penjara selama 15 tahun ditambah denda sebesar Rp750 juta subsider 6 bulan kurungan. Jaksa menilai Rita terbukti menerima gratifikasi Rp248,9 miliar dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek selama 2010 - 2017.

Sementara itu, dalam vonisnya hakim mengatakan Rita hanya terbukti menerima gratifikasi sebesar Rp110.720.440.000 dan suap Rp6 miliar dari para pemohon izin dan rekanan proyek. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK bupati kutai kartanegara (kukar) rita widyasari

Sumber : Antara

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top