Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Partai Pro Demokrasi Menangkan Pemilu Hong Kong

Pengalaman getir, mencekam hingga kehilangan nyawa dalam unjuk rasa selama 5 bulan terbayar dalam pemilu Hong Kong dengan meraih kemenangan besar pada Minggu (24/11/2019).
JIBI
JIBI - Bisnis.com 25 November 2019  |  22:06 WIB
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di Hong Kong, China, Sabtu (15/6/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha
Chief Executive Hong Kong Carrie Lam berbicara dalam konferensi pers di Hong Kong, China, Sabtu (15/6/2019). - Reuters/Athit Perawongmetha

Bisnis.com, JAKARTA - Pengalaman getir, mencekam hingga kehilangan nyawa dalam unjuk rasa selama 5 bulan terbayar dalam pemilu Hong Kong dengan meraih kemenangan besar pada Minggu (24/11/2019).

Hasil pemilu akhir yang diumumkan pada hari Senin (25/11/2019),  pada jam 1 siang waktu setempat menyebutkan partai pro demokrasi menang di 17 distrik dari 18 distrik di Hong Kong.

Satu-satunya distrik yang tak mendukung kelompok partai pro demokrasi adalah distrik Islands.

Partai-partai pro demokrasi Hong Kong memenangkan 400 kursi dari 452 kursi yang diperebutkan.

Dua partai pendukung demokrasi peraih suara terbanyak adalah Partai Demokrasi dan Partai Warga masing-masing 91 kursi dan 32 kursi. Kedua partai ini menjadi partai terbesar yang duduk di Dewan Distrik Hong Kong.

Sejumlah partai pro Beijing hanya memenangkan 58 kursi. Partai pro Beijing, Aliansi Demokrasi untuk Perbaikan dan Progres Hong Kong atau DAB yang menyodorkan 179 kandidat anggota Dewan Distrik, hanya memenangkan 21 kursi.

Partai DAB menempati urutan ketiga meraih suara terbanyak setelah Partai Demokrasi dan Partai Warga.

Pemilu kali ini memberikan warna baru dalam perpolitikan Hong Kong.

Jika sejak pemilu 2015 seluruh Dewan dikuasai oleh kelompok pendukung kemapanan atau pro Beijing, maka pemilu kali ini hampir seluruh Dewan dikuasai kelompok pro demokrasi.

Pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam Cheng Yuet-ngor dalam pernyataannya berjanji pemerintahannya akan merefleksikan pesa para pemberi suara dalam pemilu.

"Ada banyak analisa dan interpretasi dalam komunitas terkait pada hasil, dan sangat sedikit pandangan terhadap hasil yang mencerminkan ketidakpuasan masyarakat dengan situasi saat ini dan problem sangat dalam di masyarakat," kata Lam dalam pernyataannya, Senin (25/11/2019).

Pemerintah, ujar pernyataan itu, akan mendengarkan pendapat anggota-anggota masyarakat dengan rendah hati dan secara serius merefleksikan," ujar Lam.

Ketua Komisi Urusan Pemilu Hong Kong, Barnabas Fung mengatakan ada 7.460 laporan pengaduan mengenai pemilu. Namun begitu, secara keseluruhan pemilu berlangsung sangat lancar," kata Fung, seperti dilaporkan hongkongfp.com.

Pemilu Hong Kong yang diadakan 24 November 2019 diikuti sekitar 2,94 juta pemilih. Tingkat partisipasi warga Hong Kong dalam pemilu mencapai 71,2 persen.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hong kong demo Hong Kong

Sumber : Tempo.Co

Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top