Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jangan Hanya Jadi Pemakai Teknologi, Begini Pesan Bambang Soemantri

Kemenristek/BRIN memberi dukungan kepada mereka dengan memberikan fasilitas inkubasi atau pembinaan bisnis, akses menggunakan laboratorium, dan upaya dukungan atau afirmasi dalam pemenuhan standarisasi produk sebelum dipasarkan.
Dika Irawan
Dika Irawan - Bisnis.com 23 November 2019  |  17:59 WIB
Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyampaikan pandangannya dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019 ke-15 dan Konferensi Praktisi Keberlanjutan ke-4 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/11/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo
Menteri Riset dan Teknologi / Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro menyampaikan pandangannya dalam Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2019 ke-15 dan Konferensi Praktisi Keberlanjutan ke-4 di Nusa Dua, Bali, Sabtu (23/11/2019). - ANTARA/Nyoman Hendra Wibowo

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengapresiasi banyak pemuda Indonesia yang tidak hanya puas menggunakan teknologi, namun juga turut mengembangkan teknologi baru dengan menjadi peneliti dan inovator.

Menurutnya, Kemenristek/BRIN memberi dukungan kepada mereka dengan memberikan fasilitas inkubasi atau pembinaan bisnis, akses menggunakan laboratorium, dan upaya dukungan atau afirmasi dalam pemenuhan standarisasi produk sebelum dipasarkan.

Hal itu ia sampaikan saat Kunjungan Kerja ke TBIC Puspiptek, Pusat Penelitian Kimia LIPI, dan Pusat Penelitian Fisika LIPI yang berada di Kompleks Pusat Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), Serpong, Tangerang Selatan pada Jumat (23/11).

"Saya lihat banyak sekali 'startupper' muda maupun yang masih bersemangat muda, yang berupaya selalu mengembangkan teknologi," katanya, dikutip dari siaran pers Sabtu (23/11/2019).

"Mereka tidak berhenti hanya sebagai pemakai teknologi, tapi mereka berusaha mengeksplorasi teknologi yang mereka gunakan itu bisa menghasilkan temuan atau produk inovasi yang malah bisa menjadi pengganti impor dan mengurai ketergantungan kita terhadap produk asing."

Dalam kesempatan ini Menristek/Kepala BRIN mendengarkan kemajuan maupun tantangan mereka dalam menyesuaikan produk inovasi dengan parameter standardisasi, sebelum dapat digunakan atau dikonsumsi masyarakat. Dukungan berupa afirmasi produk inovasi, menurutnya diupayakan untuk diberikan oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) kepada para starupper yang masih dalam proses standarisasi tersebut.

Bambang mengatakan, pihaknya melihat masih ada tantangan untuk standardisasi. Pihaknya pun akan berdiskusi dengan BSN untuk bisa mempercepat standardisasi produk-produk inovasi yang relatif masih baru sama sekali. Kemudian karena ada startup yang memproduksi inovasi obat dan makanan, maka izin yang terkait dengan BPOM, juga akan dikonsultasikan dengan BPOM agar prosesnya bisa dipercepat. Bambang melanjutkan, sebaiknya ada upaya afirmasi untuk inovasi dalam negeri.

"Intinya saya merasa bersemangat melihat para startupper muda dan yg mempunyai jiwa/semangat muda tadi, tetap berupaya untuk mencari terobosan baru yang tentunya bisa menjadi produk unggulan Indonesia," katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenristek
Editor : M. Taufikul Basari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top