Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bolivia Rusuh, Morales Janji Kembali Lagi

asukan keamanan Bolivia bentrok di jalan-jalan La Paz melawan para pendukung presiden terguling Evo Morales dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa sebagai ujian pertama pemimpin baru Bolivia, Jeanine Anez.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 14 November 2019  |  10:20 WIB
Evo Morales - Reuters
Evo Morales - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Pasukan keamanan Bolivia bentrok di jalan-jalan La Paz melawan para pendukung presiden terguling Evo Morales dengan menembakkan gas air mata untuk membubarkan kerumunan massa sebagai ujian pertama pemimpin baru Bolivia, Jeanine Anez.

Morales sendiri kini berada di Mesksiko City setelah mengundurkan diri di bawah tekanan pada hari Minggu (11/11/2019).

Kerumunan pendukungnya membawa bendera dan spanduk berwarna-warni di ibukota, sementara anggota parlemen partainya berusaha untuk menggeser Jeanine Anez, Wakil Ketua Senat yang diklaim sebagai presiden sementara menggantikan Morales sejak Selasa (12/11/2019).

Anez, 52, mengatakan dia ingin pemilihan sesegera mungkin dan membantah terjadi kudeta terhadap pemimpin sayap kiri itu. Sedangkan, Morales yang baru diasingkan mengisyaratkan akan kembali ke Bolivia dengan kekuatan yang besar.

Menlu AS Mike Pompeo memberi selamat kepada presiden sementara Bolivia tersebut. Menurut Pompeo, Anez akan bisa mengawal pemerintahan transisi hingga terpilih presdien baru secara demokrastis seperti dikutip Reuters, Kamis (14/11/2019).

Pemerintahan sosialis selama 14 tahun Morales berakhir dengan maraknya protes atas tuduhan kecurangan dalam pemilihan umum  20 Oktober. Tapi, dia menyerang dengan nada menantang dari Meksiko tempat dia mencari suaka.

"Jika orang-orangku bertanya, kami siap untuk kembali. Kami akan cepat atau lambat akan kembali ... untuk menenangkan Bolivia," katanya dalam konferensi pers di Mexico City.

Anez, yang telah merombak beberapa kebijakan Morales, menghadapi tantangan dari anggota parlemen partai Gerakan untuk Sosialisme (MAS) pimpinan Morales, yang memiliki mayoritas di parlemen dan telah mengancam sesi saingan untuk membatalkan kepresidenannya.

Sebagian besar polisi di sekitar Plaza Murillo di La Paz tampaknya menghalangi anggota parlemen MAS, termasuk mantan kepala Senat Adriana Salvatierra, untuk memasuki gedung pemerintah.

Salvatierra telah mengundurkan diri secara terbuka tetapi mengatakan pada hari Rabu (13/11/2019) bahwa surat pengunduran dirinya belum secara resmi diterima.

"Aku masih seorang senator," kata Salvatierra

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

evo morales bolivia
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top