Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pemerintah Diminta Jelaskan Kelompok Radikal yang Bahayakan RI

Polemik isu radikalisme masih terus berhembus. Putra Bung Tomo Bambang Sulistomo menilai pemerintah perlu memberi penjelasan kalangan radikal yang dimaksud.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 08 November 2019  |  18:48 WIB
Buku agama berisi ajaran radikalisme - Antara
Buku agama berisi ajaran radikalisme - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Polemik isu radikalisme masih terus berhembus.

Putra Bung Tomo, Bambang Sulistomo menilai pemerintah perlu memberi penjelasan kalangan radikal yang dimaksud.

Dia mengatakan radikalisme dapat dilihat dari dua sisi. Radikal pada perilaku buruk atau baik. Penjelasan itu akan membuat masyarakat lebih paham terkait yang disampaikan pemerintah.

"Menteri Agama harus menunjukkan tipe radikal mana yang membahayakan bangsa ini. Perlu diperjelas," katanya di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (8/11/2019).

Menurutnya radikal dapat berarti tindakan yang baik, sekalipun sering dipandang buruk. Misalnya radikal dalam menegakkan keadilan, radikal dalam menjelaskan pancasia dan kesejahteraan.

Namun menurutnya radikal yang disampaikan pemerintah semisal radikal dalam mengingkari keadilan, kebhinnekaan.

"Itu bahaya, termasuk radikal mengingkari demokrasi, mengingkari kebenaran dan mengingkari hukum," sebutnya.

Di sisi lain, dia tidak mempermasalahkan ucapan Menteri Agama Fachrul Razi saat menyebut persoalan kelompok radikal. Pun begitu, pemerintah patut menjelaskan agar tidak menimbulkan polemik di masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Fachrul Razi radikalisme
Editor : Rustam Agus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top