Polisi Hong Kong Mendakwa Demonstran yang Tertembak atas Penyerangan Petugas

Polisi Hong Kong mendakwa pelajar yang tertembak peluru tajam atas perbuatan memicu kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 03 Oktober 2019  |  14:03 WIB
Polisi Hong Kong Mendakwa Demonstran yang Tertembak atas Penyerangan Petugas
Pengunjuk rasa anti pemerintah meminta maaf atas kerusuhan yang terjadi di bandara Hong Kong, China, Rabu (14/8/2019). - Reuters/Thomas Peter

Kabar24.com, JAKARTA – Polisi Hong Kong mendakwa pelajar yang tertembak peluru tajam atas perbuatan memicu kerusuhan dan penyerangan terhadap petugas.

Dilansir Bloomberg, pihak berwenang pada hari Kamis (3/10/2019) mendakwa pemuda berusia 18 tahun itu melakukan kerusuhan dan penyerangan terhadap seorang polisi pada saat demonstrasi dan bentrokan pada 1 Oktober lalu di daerah Tsuen Wan.

Video dari insiden itu memperlihatkan sekelompok demonstran yang bersenjatakan pipa besi dan senjata lain mengejar polisi anti huru hara sebelum salah seorang petugas menembakkan senjatanya.

Demonstran yang tertembak nampak mengayunkan pipa atau tongkat ke arah petugas sebelum pistol ditembakkan.

Kepala polisi Stephen Lo mengatakan penembakan peluru tajam yang dilakukan di tiga tempat adalah sah dan adil.

"Polisi berada di bawah ancaman serius, itu sebabnya mereka menembakkan peluru tajam," katanya kepada wartawan seperti dikutip Reuters, Rabu (2/10/2019).

Penembakan tersebut memicu aksi lanjutan yang disertai bentrokan pada Kamis dini hari (3/10) waktu setempat.

Para aktivis pro-demokrasi mengamuk di distrik-distrik kota hingga larut malam, melemparkan bom bensin, menyulut api, memblokir jalan, serta merusak beberapa toko dan stasiun metro ketika pihak berwajib menembakkan gas air mata untuk membubarkan mereka.

“Di mana pun ada protes saya akan datang. Saya keluar malam ini karena alasan sederhana. Anda tidak boleh menembak seorang remaja dari jarak dekat. Protes ini akan terus berlanjut dan kami tidak akan menyerah,” ujar Alex Chan, seorang desainer interior.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
demo Hong Kong

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top