Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Jokowi Siap Bertemu Kelompok Pro-Referendum Papua

Perhatian terhadap isu Papua kian intens belakangan ini menyusul serangkaian kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di sana.
Yodie Hardiyan
Yodie Hardiyan - Bisnis.com 30 September 2019  |  14:02 WIB
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan bersama Said Iqbal (kanan) dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Andi Gani Nuwa Wea dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). - Bisnis/Yodie Hardiyan
Presiden Joko Widodo menyampaikan keterangan bersama Said Iqbal (kanan) dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia dan Andi Gani Nuwa Wea dari Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (kiri) usai melakukan pertemuan di Istana Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019). - Bisnis/Yodie Hardiyan

Bisnis.com, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo menyatakan siap bertemu dengan kelompok pro-referendum Papua.

Pernyataan itu disampaikan oleh Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor, Bogor, Jawa Barat, Senin (30/9/2019), ketika ditanya oleh jurnalis mengenai usulan pertemuan antara dirinya dan kelompok pro-referendum Papua.

"Enggak ada masalah, bertemu saja kok, dengan siapapun akan saya temui kalau memang ingin ketemu," katanya.

Seperti diketahui, perhatian terhadap isu Papua kian intens belakangan ini menyusul serangkaian kerusuhan yang terjadi di sejumlah wilayah di sana. Presiden sebenarnya telah bertemu dengan sejumlah tokoh Papua di Istana Negara belum lama ini, tapi dianggap tidak mewakili kelompok pro-referendum Papua.

Politisi Papua dari DPRD Kabupaten Maybrat Ferdinando Solosa mengharapkan pemerintah membuka dialog dengan tokoh Papua yang memiliki ideologi konfrontatif atau berseberangan seperti United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB). Dialog itu juga diharapkan melibatkan pihak ketiga.

Dia mengingatkan soal pengalaman Aceh, provinsi yang juga pernah berjuang untuk merdeka dari Indonesia. Pada saat itu, negara membuka ruang dialog.

Sampai saat ini, Aceh masih menjadi salah satu provinsi di Indonesia dan gerakan kemerdekaan Aceh tidak lagi bergelora.

"Dalam dialog [Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka] itu difasilitasi oleh Finlandia, artinya ada kelompok independen yang memfasilitasi sehingga tidak ada kecurigaan di antara kita," ujar Ferdinando, yang bertemu dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, belum lama ini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi papua
Editor : Annisa Margrit
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top