Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Wapres JK Bicara Resolusi PBB untuk Papua

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan ketetapan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1969, sehingga isu adanya pembahasan referendum dalam sidang umum PBB pada 2019 adalah berita tidak benar.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 27 September 2019  |  10:44 WIB
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla - Antara
Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla - Antara

 Bisnis.com, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla menyebutkan ketetapan Papua sebagai bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 1969, sehingga isu adanya pembahasan referendum dalam sidang umum PBB pada 2019 adalah berita tidak benar.

“Jangan lupa Papua itu hasil dari resolusi PBB [1969), justru Papua itu [bagian tidak terpisahkan dari NKRI] diketok di sini [sidang umum PBB],’ kata Jusuf Kalla dari New York, Jumat (27/9/2019) waktu Indonesia, melalui keterangan resminya.

Menurut JK, beredarnya gambar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menangis karena pembahsan referendum PBB ditolak oleh sidang umum merupakan kabar bohong. Bahkan saat ini dari sejumlah negara Asia Pasifik yang telah menyampaikan pandangannya dalam pertemuan tahunan itu tidak satupun yang membahas mengenai Papua.

“Tidak ada agenda itu, mereka, negara pasifik sudah beberapa bicara sebelumnya, sudah empat yang bicara, tidak ada soal itu,” katanya.

Jusuf Kalla menegaskan dalam sidang umum PBB pada 2019 ini isu yang dibahas meliputi upaya mengurangi kemiskinan hingga meningkatkan layanan kesehatan. Sejumlah agenda di sela sidang umum juga membahas peran dunia untuk mengatasi perusabahan iklim.

“Terlalu banyak masalah di dunia ini untuk dibicarakan,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

papua
Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top