Ilmuwan Catat 138 Anak Anjing Laut Hidup di Sungai Thames London

Para ilmuwan dari Zoological Society of London (ZSL) menganalisis foto-foto yang diambil dari sebuah pesawat ringan yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi dan menghitung anak anjing laut di pelabuhan selama musim panas.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 03 September 2019  |  10:26 WIB
Ilmuwan Catat 138 Anak Anjing Laut Hidup di Sungai Thames London
Anjing laut di muara sungai Thames, London, Inggris - Zoological Society of London

Bisnis.com, JAKARTA – Sungai Thames di London, Inggris yang dinyatakan telah mati secara biologis pada 1950, kini menjadi tempat berkembang biak untuk 138 anak anjing laut.

Para ilmuwan dari Zoological Society of London (ZSL) menganalisis foto-foto yang diambil dari sebuah pesawat ringan yang dirancang khusus untuk mengidentifikasi dan menghitung anak anjing laut di pelabuhan selama musim panas.

“Kami sangat senang melihat ada 138 anak anjing laut yang lahir dalam satu musim,” kata ahli biologi konservasi Thea Cox seperti dikutip The Guardian, Selasa (3/9/2019).

“Para anjing laut tidak akan bisa melahirkan dan tumbuh sama sekali tanpa sumber makanan yang diandalkan. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem Thames mulai berkembang setelah dinyatakan mati secara biologis pada 1950an,” imbuhnya.

Populasi anjing laut di sungai telah meningkat cukup signifikan kata ZSL, yang telah melakukan penghitungan tahunan sejak 2013. Hasil terakhir yang dipublikasi adalah pada 2017, tercatat ada 1.104 anjung laut harbour dan 2.406 anjing laut abu-abu.

Masih belum diketahui, apakah kenaikan jumlah populasi hewan itu disebabkan oleh kelahiran dari anjing betina di sungai Thames atau karena migrasi dari daerah lain, seperti Skotlandia timur yang saat ini mengalami penurunan populasi anjing laut.

Anna Cucknell, yang memimpin proyek konservasi Thames ZSL mengatakan bahwa kawasan tersebut merupakan habitat pembibitan yang penting. Anak anjing laut pelabuhan dapat berenang dalam beberapa jam setelah kelahirannya, yang menunjukkan mereka beradaptasi dengan baik.

Sementara, anak anjing abu-abu membutuhkan waktu yang lebih lama untuk merasa nyaman di air sehingga mereka berkembang biak di tempat lain dan datang ke sungat Thames untuk mencari makan.

“Thames adalah rumah bagi lebih dari 20 spesies ikan yang menjadikannya sebagai habitat pembibitan. Memiliki rantai makanan yang kuat dan sehat bisa mendukung keberlangsungan berbagai spesies yang ada, termasuk anjing laut,” katanya.

Menurutnya, polusi termasuk pembuangan kotoran di sungai Thames masih menjadi tantangan utama konservasi ini. Perpipaan yang buruk di beberapa bangunan perumahan mengakibatkan limban yang tidak diolah mengalir ke sungai Thames.

Untuk itu, ZSL menjalankan proyek sains yang melibatkan warga sebagai sukarelawan untuk mencari dan melacak sumber polusi limbah yang ada. Setelahnya, ZSL akan mengambil tindakan yang tepat untuk mengembangkan ekosistem yang baik di wilayah sungai Thames.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sungai

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top