Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Wapres JK : Simbol Pemersatu, Tidak Ada Lagi Dikotomi ASN Pusat dan Daerah

Dengan penataan ulang struktur birokrasi ini maka sekat kedaerahan yang menghambat percepatan pembangunan dapat diatasi.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 06 Agustus 2019  |  10:32 WIB
Wapres JK : Simbol Pemersatu, Tidak Ada Lagi Dikotomi ASN Pusat dan Daerah
ASN Setda Jabar di hari pertama kerja usai libur lebaran 2019 - Wisnu Wage
Bagikan

Kabar24.com, JAKARTA — Pemerintah akan menyusun ulang struktur birokrasi jabatan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghapus sekat kedaerahan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan saat ini terdapat gelombang sikap dalam penyelenggaraan birokrasi negara yang mengkotak-kotakan diri. Untuk itu, birokrasi sebagai penyatu penyelenggaraan negara perlu ditata ulang.

"Ke depan tidak lagi dikotak-kotakan [ASN] pusat daerah," kata Jusuf Kalla (JK) dalam Pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri di Jatinangor, Selasa (6/8/2019).

Menurut JK, dengan penataan ulang struktur birokrasi ini maka sekat kedaerahan yang menghambat percepatan pembangunan dapat diatasi. Penataan ini juga dapat mempercepat rantai birokrasi yang saat ini terkesan lambat dan terlalu panjang.

"Sasarannya pelayanan harus sampai ke pelosok daerah. Mendorong kemajuan dan kesejahteraan hingga desa," katanya.

Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo dalam kesempatan yang sama menyebutkan para praja IPDN yang lulus tidak lagi ditempatkan di daerah pendaftarannya. Para ASN muda ini akan disebar ke seluruh penjuru tanah air terutama untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jusuf kalla aparatur sipil negara Wapres JK ASN
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top