Korban Serangan Pembakaran Kyoto Animation Kebanyakan Perempuan Muda 

Sebagian besar korban serangan pembakaran di sebuah studio animasi yang terletak di barat Jepang, Kyoto, masih berusia muda. Beberapa di antaranya baru bergabung dengan perusahaan pada April lalu.
Annisa Sulistyo Rini
Annisa Sulistyo Rini - Bisnis.com 20 Juli 2019  |  12:09 WIB
Korban Serangan Pembakaran Kyoto Animation Kebanyakan Perempuan Muda 
Petugas saat memadamkan kebakaran di Studio Kyoto Animation, Kyoto, Jepanng - Kyodo via Reuters

Bisnis.com, JAKARTA--Sebagian besar korban serangan pembakaran di sebuah studio animasi yang terletak di barat Jepang, Kyoto, masih berusia muda. Beberapa di antaranya baru bergabung dengan perusahaan pada April lalu.

Serangan tersebut terjadi pada Kamis (18/7/2019). Studio Kyoto Animation adalah sebuah perusahaan animasi terkenal, baik di Jepang maupun global. Kejadian ini disebut sebagai pembunuhan massal terburuk dalam 2 dekade terakhir di negara dengan tingkat kejahatan rendah itu. Korban tewas hingga kini mencapai 34 orang.

Presiden Direktur Kyoto Animation Hideaki Hatta mengatakan sebagian besar korban serangan tersebut adalah perempuan muda.

"Beberapa di antara mereka baru bergabung pada April dan pada 8 Juli lalu, saya telah memberikan bonus pertama mereka, walaupun masih kecil nilainya," ujarnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (20/7/2019).

Dia menyatakan kesedihan karena menurutnya para korban yang meninggal memiliki potensi masa depan yang cerah. Media Jepang, NHK, mencatat sebanyak 15 dari korban serangan ini berusia sekitar 20 tahun dan 11 orang berusia 30 tahunan.

Sebanyak 6 korban berusia sekitar 40 tahun dan seorang korban berusia 60 tahun. Sementara itu, usia korban yang baru saja meninggal di rumah sakit belum diketahui. Nama-nama para korban tewas juga belum dirilis.

Berdasarkan informasi di laman resminya, Kyoto Animation memiliki sekitar 160 pegawai dengan usia rata-rata 33 tahun.

Pihak kepolisian telah mengkonfirmasi identitas tersangka, yaitu Shinji Aoba. Namun, pihak kepolisian menolak untuk memberikan keterangan lebih jauh.

Sebelumnya, Aoba memiliki catatan kejahatan berupa perampokan dan menyerang kantor Kyoto Animation karena dia meyakini novelnya telah dijiplak oleh perusahaan tersebut.

Hatta menyebutkan bahwa dia tidak mengerti klaim plagiarisme oleh tersangka dan tidak melihat adanya hubungan perusahaan dengan tersangka.

Pihak kepolisian belum melakukan penangkapan Aoba karena masih dalam perawatan pihak medis akibat luka bakar yang parah. 

Dua hari seusai serangan, para penggemar karya Kyoto Animation berkumpul di dekat lokasi dan meletakkan karangan bunga dan beberapa persembahan.

Kyoto Animation berlokasi di pinggiran Kyoto dan bisa ditempuh 20 menit dengan kereta api dari pusat Kyoto. Perusahaan ini terkenal dengan seri anime seperti Sound!Euphonium dan Violet Evergarden, yang ditayangkan di Netflix.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
jepang, pembakaran

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top