Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Sengketa Pekerja Paksa, Jepang Ajukan Korea Selatan ke Mahamah Internasional

Jepang akan mengajukan sengketa soal kompensasi bagi pekerja paksa selama masa perang dengan Korea Selatan ke Mahkamah Internasional setelah batas waktu untuk mencari arbitrase negara ketiga habis pada hari ini, menurut laporan kantor berita NHK.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 18 Juli 2019  |  10:09 WIB
Bendera Korea Selatan dan Jepang. - Reuters/Toru Hanai
Bendera Korea Selatan dan Jepang. - Reuters/Toru Hanai

Bisnis.com, JAKARTA - Jepang akan mengajukan sengketa soal kompensasi bagi pekerja paksa selama masa perang dengan Korea Selatan ke Mahkamah Internasional setelah batas waktu untuk mencari arbitrase negara ketiga habis pada hari ini, menurut laporan kantor berita NHK.

Pertanyaan tentang kompensasi bagi pekerja paksa Korea Selatan selama pendudukan Jepang di semenanjung Korea pada 1910-1945 telah memperburuk hubungan kedua negara setelah Jepang membatasi ekspor bahan teknologi tinggi ke Korea Selatan.

Tanpa kesepakatan yang saling menguntungkan, Tokyo telah mendorong adanya arbitrasi pihak ketiga, namun ditolak Seoul.

Hari ini, Kamis (18/7/2019), adalah batas waktu untuk menentukan keputusan tersebut.

NHK menyatakan bahwa begitu tenggat waktu berlalu, Jepang akan mendorong Seoul untuk mengajukan penghentian perselisihan sambil mempersiapkan langkah-langkah antisipasi, termasuk mempertimbangkan untuk pergi ke Mahkamah Internasional.

Kasus tersebut tidak dapat disidangkan tanpa persetujuan Korea Selatan, menurut Kantor berita Kyodo seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Kamis (18/7/2019).

Jepang sebelumnya menyebut perselisihan mengenai kompensasi bagi para pekerja masa perang tersebut menjadi penyebab rusaknya kepercayaan dengan Korea Selatan sebelum mengumumkan pengetatan ekspor.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang korea selatan
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top