Pembebasan Tersangka Makar Bagian Rekonsiliasi? Ini Penjelasan Wapres JK

Wacana pembebasan tersangka makar sebagai bagian dari rekonsiliasi Prabowo - Joko Widodo dinilai tidak saling berkaitan.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 16 Juli 2019  |  16:42 WIB
Pembebasan Tersangka Makar Bagian Rekonsiliasi? Ini Penjelasan Wapres JK
Wakil Presiden Jusuf Kalla - Bisnis/Anggara Pernando

Bisnis.com, JAKARTA -- Wacana pembebasan tersangka makar sebagai bagian dari rekonsiliasi Prabowo - Joko Widodo dinilai tidak saling berkaitan.

Wakil Presiden Jusuf Kalla menuturkan wacana pembebasan tersangka gerakan Makar Habil Marati maupun tersangka lainnya harus dilihat dalam konstruksi keamanan dan keberlangsungan bernegara.

"Kalau memang tidak berbuat apa-apa, tidak berbuat yang membahayakan [negara tentu] akan dipertimbangkan," kata Jusuf Kalla di Kantor Wakil Presiden Jakarta, Selasa (16/7/2019).

Menurutnya wacana yang disampaikan oleh Ketua Tim Hukum TKN Jokowi-Ma'ruf, Yusril Ihza  Mahendra merupakan sebuah gagasan. Meski begitu, peran Yusril sebagai pengacara yang membela kepentingan kliennya juga harus dicermati.

"Pak Yusril kan pengacara [tersangka Makar Habil Marati] , ada tugas pengacara membebaskan kliennya. kalau Pak Yusril tidak berusaha membebaskan kliennya kan bukan pengacara namanya," kata JK.

Sebelumnya, Juru Bicara Prabowo-Sandi Dahnil Anzar Simanjuntak mengatakan bahwa langkah rekonsiliasi dianggap perlu guna menguburkan dendam politik, sekaligus pula perdebatan antarpendukung.

Upaya ini dibutuhkan agar gagasan dan ide positif dapat diadaptasi oleh pemerintah.

“Itu yang dikehendaki Pak @prabowo, dalam politik tidak boleh menutup dialog (unlock), tidak ada pembicaraan spesifik transaksi jabatan dan kursi menteri,” tulisnya melalui akun Twitter, Senin (15/7/2019).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
rekonsiliasi, Pilpres 2019, Makar

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top