Iran Berupaya Rebut Kapal Tanker Minyak Inggris

Lima unit kapal Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan berupaya merebut kapal tanker minyak Inggris di Teluk Persia.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 11 Juli 2019  |  12:18 WIB
Iran Berupaya Rebut Kapal Tanker Minyak Inggris
Kapal tanker - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Lima unit kapal Garda Revolusi Islam Iran dilaporkan berupaya merebut kapal tanker minyak Inggris di Teluk Persia.

CNN melaporkan bahwa kelima kapal Iran tersebut mendekati kapal tanker British Heritage yang sedang menyeberang ke daerah Selat Hormuz serta menyuruhnya mengubah arah dan berhenti di perairan teritorial Iran terdekat.

Saat peristiwa itu berlangsung pada Rabu (10/7/2019), sebuah pesawat terbang Amerika Serikat (AS) dikatakan tampak mengudara dan merekamnya.

Kapal tanker, yang dioperasikan oleh raksasa minyak BP Plc. tersebut diketahui mampu mengangkut sekitar 1 juta barel minyak.

Beruntung, sebuah kapal Angkatan Laut Inggris, HMS Montrose, yang sedang berlayar di perairan itu mengarahkan senjata dan memperingatkan kapal-kapal Iran tersebut untuk mundur, seperti dilansir Bloomberg.

Dijadwalkan untuk berlayar dari Irak ke Eropa, kapal British Heritage telah bertahan di dalam Teluk Persia selama beberapa hari terakhir karena khawatir atas tindak balasan Iran. Pekan lalu Marinir Kerajaan Inggris menyita sebuah kapal tanker minyak Iran di dekat Gilbraltar.

Insiden itu terjadi setelah Iran menyatakan telah mulai memperkaya uranium di luar batas yang ditetapkan dalam perjanjian nuklir 2015.

Langkah ini meningkatkan tekanan pada negara-negara Eropa yang menginginkan Iran berkomitmen mematuhi kesepakatan itu.

Inggris, Jerman, Prancis, Rusia, China, dan Iran adalah pihak yang tersisa dalam kesepakatan yang dikenal dengan Rencana Aksi Komprehensif Gabungan (JCPoA) itu setelah Amerika Serikat menarik diri.

Perjanjian 2015 menawarkan Iran akses ke perdagangan dunia dengan dicabutnya sebagian besar sanksi sebagai imbalan atas persetujuan untuk mengekang program nuklirnya.

Masa depan pakta tersebut mulai diragukan sejak tahun lalu ketika Amerika Serikat menarik diri dari kesepakatan dan menerapkan kembali sanksi sepihak atas Iran.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
iran

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya



Top
Tutup