Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PKS Sebut 4 Penyakit Kronis Perpolitikan Indonesia

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai terdapat empat penyakit kronis dalam perpolitikan Indonesia.
Anggara Pernando
Anggara Pernando - Bisnis.com 06 Juli 2019  |  10:30 WIB
Presiden PKS Sohibul Iman - Antara
Presiden PKS Sohibul Iman - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menilai terdapat empat penyakit kronis dalam perpolitikan Indonesia.

Sohibul Iman, Ketua Umum PKS menyebut penyakit kronis perpolitikan ini membuat sulitnya muncul tokoh-tokoh ideal dalam peta politik nasional.

"Ada empat penyakit kronis dalam politik, pertama, politik berbiaya tinggi," kata Sohibul dalam silahturahmi Ikatan Cendikiawan Muslim se-Indonesia di Jakarta, Jumat (5/7/2019) malam.

Menurutnya, akibat politik berbiaya tinggi itu menyebabkan sirkulasi dan kaderisi untuk menjadi elite politik sulit. Kekuasaan berputar pada orang-orang yang memiliki uang.

Permasalahan kedua, kata Sohibul, saat ini semakin menguatnya kemunculan oligarki politik. Para pemodal yang tidak memajukan diri muncul dengan menempatkan orang-orang kepercayaannya untuk menguasai partai politik yang ada.

"Akibatnya mereka menguasai arah politik ke depan," katanya.

Sedangkan permasalah ketiga yakni politik yang saling mengunci. Akibatnya satu pihak dengan pihak lain tidak dapat berbuat yang terbaik untuk kebaikan bangsa.

"Sedangkan yang keempat, politik involutif. Politik yang berputar-putar pada dirinya tanpa mengalami kemajuan," ujar Shohibul.

Dengan pilihan politik involutif ini, kata Sohibul, politik tidak mendatangkan kesejahteraan bagi masyarakat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

politik pks icmi
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top